Keluarga Yang Mengalami Sentuhan Kasih Tuhan

Referensi Kotbah 02 September 2018

Memasuki bulan ini kita bersyukur karena setiap bulan September, Sinode Gereja Kristus menetapkannya sebagai Bulan Keluarga. Mengapa keluarga menjadi sangat penting? Hal itu karena keluarga adalah komunitas pertama tempat seorang manusia lahir, bertumbuh dan berkembang. Apalagi di jaman sekarang kemerosotan nilai-nilai kehidupan pernikahan dalam keluarga menjadi salah satu tantangan gereja yang terbesar. Fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini terdapat ratusan ribu kasus perceraian dalam setahun, berdasarkan data tahun 2016 telah terjadi sekitar 350.000 kasus perceraian dan terus meningkat sebanyak 3% per tahun1. Jumlah tersebut termasuk kasus-kasus perceraian beragama Kristen dan Katolik di dalamnya, dan belum lagi mereka yang cerai diam-diam dan tanpa surat atau tidak tercatat dalam lembaran negara.

Banyak sekali faktor yang turut mempengaruhi terjadinya perceraian dalam rumah tangga diantaranya adalah kesibukan dan pekerjaan sehari-hari: masalah ekonomi, emosi, egoisme, individualisme, latar belakang yang belum diselesaikan, pola komunikasi yang tidak sehat, pergeseran nilai hidup, konflik akibat dosa, tidak adanya tujuan hidup yang jelas, dampak perkembangan teknologi, degradasi moral, seksualitas dan lain sebagainya yang menambah panjang penyebab sulitnya membangun relasi yang sehat dalam keluarga. Namun ada faktor utama yang seringkali diabaikan oleh keluarga Kristen umumnya, yaitu tidak melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan rumah tangga.
Nas kita hari ini membicarakan mengenai cara hidup gereja mula-mula. Gereja pada saat itu bukan seperti gereja yang mempunyai gedung permanen dengan kapasitas yang besar.

Gereja mula-mula adalah gereja rumah di tempat tinggal jemaat yang merupakan kumpulan keluarga-keluarga orang percaya dan sebuah komunitas yang kecil, walaupun kecil tetapi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan. Sehingga seorang penulis Kristen, Michael Green menuliskan sebuah buku dengan judul Thirty Years That Changed The World: The book of Acts for Today (Tiga Puluh Tahun yang Mengubah Dunia; Kitab Kisah Para Rasul untuk Masa Kini), yang mengangkat gereja pada jaman Kisah Para Rasul sebagai contoh untuk kehidupan gereja masa kini. Gereja mula-mula tidak dapat dilepaskan dari betapa kuatnya kehidupan keluarga-keluarga orang percaya pada saat itu. Keluarga-keluarga mereka kuat karena “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati” (Kis. 2: 46). Mereka berdoa, bersekutu dan bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan. Mereka mengutamakan dan melibatkan Tuhan dalam rumah tangganya. Keluarga mereka sehat dan kuat karena:
1. Mengalami sentuhan kasih Allah – “Dan semua orang yang telah menjadi percaya (setelah mengalami sentuhan kasih Allah) tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing” (44-45). Persekutuan yang penuh dengan kasih Tuhan.
2. Mengalami pertumbuhan lewat Firman Tuhan – “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (42).
3. Memberitakan Firman Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga jumlah mereka bertambah-tambah – “sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (47).
Dengan mengalami ketiga hal tersebut maka sudah seharusnyalah keluarga menjadi komunitas pertama kita belajar, mengalami dan menebarkan kasih Allah sehingga relasi kehidupan keluarga menjadi lebih hangat, suami istri dan orangtua anak menjadi dekat. Pada akhirnya keluarga menjadi tempat pembentukan yang Tuhan pakai untuk membuat kita semua semakin dikuduskan, bersinar memancarkan kemuliaanNya dan menjadi saksi bagi namaNya.

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/01/21/p2w4v9396-ratusan-ribu-kasus-perceraian-terjadi-dalam-setahun

~ Pdt. Setiawan Sutedjo ~