Kedatangan Mesia Untuk Menghadidkan Kerajaan Allah

Referensi Kotbah 10 Desember 2017
Yesaya 11 : 1 – 16

Yesaya 11:1-16 menggambarkan Kerajaan Allah yang dipimpin oleh tunas dari tunggul Isai. Hal ini dilatarbelakangi kegagalan Ahas, raja Yehuda, untuk menghadirkan kepemimpinan dan karakter seperti yang dituntut Allah. Akibatnya, hukuman Allah dijatuhkan atas Yehuda seperti pohon yang dipotong dan hanya menyisakan tunggul (Yes 10:33-34). Dari tunggul inilah tunas itu akan tumbuh dan berbuah. Dalam memasuki minggu Advent yang kedua, marilah kita merenungkan apa sesungguhnya yang ingin disampaikan Yesaya tentang tunas dari tunggul Isai ini.
Pertama, tunas dari tunggul Isai diperkenalkan sebagai Pribadi yang berasal dari keturunan Daud dan memiliki Roh Allah serta buah sekaligus karunia-karunia roh untuk melaksanakan tugas panggilan-Nya sebagai Pemimpin atas umat-Nya (ay 1-5). Dengan kata lain, kuasa dan penyertaan Allah ada atas diri-Nya, demikian juga semua kelengkapan yang dibutuhkan dalam pelayanan-Nya, sehingga kepemimpinan-Nya boleh sungguh menjadi berkat bagi umat-Nya. Lalu siapakah yang dimaksud Yesaya dengan tunas dari tunggul Isai ini? Jelas, maksudnya menunjuk kepada Yesus Kristus, Sang Mesias, “yang diurapi” (bnd Mat 3:16; 12:18).
Dalam pelayanan kita bersama, apakah kita juga telah memiliki kuasa dan penyertaan Allah melalui Roh Kudus-Nya? Kita harus menyadari bahwa pelayanan yang kita hadapi makin lama makin sulit, jika tidak disertai Roh kudus dan menghasilkan buah Roh dalam hidup kita dan diperlengkapi dengan karunia-karunia Roh maka kita tidak akan memiliki kemampuan menjalani panggilan pelayanan, menghadapi tantangan-tantangan yang ada apalagi untuk menjadi berkat bagi yang kita layani

Kedua, bahwa kedatangan Kristus dalam menghadirkan pemerintahan Kerajaan Allah bertujuan untuk mendatangkan perubahan hidup (beriman, bertobat, dan lahir baru), juga pendamaian. Bukan hanya antara manusia dengan Allah, tetapi juga berlaku bagi seluruh ciptaan sehingga semuanya dapat hidup rukun dan damai (ay 6-9). Maka, setiap kali Yesus melayani orang banyak, mereka senantiasa akan dibawa kepada kedua hal tersebut karena keduanya adalah inti dari pelayanan Yesus (bnd Mat 4:23; 5-7; 9:2; Yoh 3:3).
Sebagai duta-duta Kristus di dunia, sudahkah kita merasakan panggilan Tuhan untuk menghadirkan Kerajaan Allah melalui pemberitaan kita akan Injil Kerajaan Allah, agar semakin banyak orang (siapa pun dia) diubahkan hidupnya dan mengalami pendamaian dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan?
Ketiga, bahwa kedatangan Kristus, Sang Mesias dalam menghadirkan pemerintahan kerajaan Allah adalah juga untuk mendatangkan pemulihan bagi umat-Nya. Baik Israel maupun Yehuda, sebelumnya harus menjalani hukuman pembuangan karena dosa-dosa mereka, tetapi kemudian mereka boleh diampuni dan bersatu kembali (ay 10-16). Semua janji pemulihan itu berlaku hanya di dalam satu nama, yakni nama Yesus dan boleh terwujud melalui kedatangan Kristus yang pertama (Yes 11:1-4a), tetapi juga masih ada yang akan digenapi pada saat kedatangan-Nya yang kedua kali. Dari hal ini, kita belajar bahwa:
a. Janji pemulihan itu hanya kepada mereka yang sungguh bertobat dan bukan sekedar telah menjalani masa hukuman Tuhan. Oleh sebab itu, jangan pernah mempermainkan Allah;
b. Janji pemulihan itu bersifat penggenapan berganda, maka marilah kita menantikannya dengan tekun sebagai pengharapan kita bersama, karena meskipun kita hanya “tunas liar” (Rom 11:17) dan “domba-domba lain” (Yoh 10:16) tetapi kita telah dicangkokkan dan dihisabkan melalui iman kita kepada Yesus sehingga boleh menjadi bagian dari keluarga besar umat pilihan Allah.

~ Pdt. Widianto Yong ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *