Kamu Adalah Terang Dunia

Referensi Kotbah 26 November 2017
Matius 5 : 14 -16

Salah satu khotbah Tuhan Yesus di atas bukit kepada murid-murid-Nya adalah tentang hakekat dan panggilan orang percaya di tengah-tengah dunia yang gelap yaitu sebagai garam dan terang (Matius 5:13-16). Yohanes 8:12 berbunyi, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ‘Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup’”, sedangkan dalam Matius 5:14a Tuhan Yesus berkata ‘Kamu adalah terang dunia’ bukan seperti terang dunia. Kedua ayat ini seolah-olah bertentangan bukan? Tetapi sesungguhnya kedua ayat ini saling memperkaya. Terang yang sesungguhnya adalah Tuhan Yesus. Dia datang dari surga ke dalam dunia yang gelap dan berdosa. Murid-murid-Nya disebut terang dunia, karena mereka telah mempunyai terang hidup yaitu Tuhan Yesus itu sendiri (Yohanes 8:12b).

Ucapan “kamu adalah terang dunia” menggunakan dua gambaran yang sangat akrab dengan konteks pendengar saat itu:
1. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi (ayat 14b)
2. Orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu (ayat 15)

Bicara soal terang, minimal ada tiga fungsi terang yang kita ketahui:
• Menerangi tempat-tempat yang gelap.
• Memberikan petunjuk/penuntun
• Memberi peringatan terhadap bahaya

Tuhan Yesus mau ketiga fungsi ini dimiliki dan dihidupi oleh setiap orang percaya. Kapan pun, di mana pun dan apa pun situasinya orang percaya harus terlihat dan menerangi lingkungan di sekitarnya yang gelap melalui hidupnya. Pernyataan yang indah dari seorang penulis, “Di dalam kekristenan tidak ada istilah mengikut Yesus secara sembunyi-sembunyi, karena di situ hanya akan terjadi dua kemungkinan yaitu ketersembunyiannya akan menghancurkan kekristenannya, atau kekristenannya akan menghancurkan ketersembunyiannya.”

Orang percaya juga harus menjadi penuntun/petunjuk seperti sebuah mercusuar di tengah laut yang membawa orang lain kepada jalan yang benar, yaitu Kristus, terang yang sejati itu. Kehadiran orang percaya juga menjadi sebuah peringatan yang menghindarkan orang lain jatuh, tersesat bahkan binasa. Pada ayat 16 Tuhan Yesus menghendaki pada diri murid-murid-Nya dunia melihat perbuatan mereka yang baik dan memuliakan Bapa yang di Surga. Kata “baik” di sini adalah “kalos”, artinya bukan sekedar baik, tetapi juga indah, menarik hati dan mempunyai daya tarik, maka “perbuatan baik” berarti, hidup orang percaya tidak cukup hanya baik, indah dan menarik hati tetapi juga harus mempunyai daya tarik, yaitu untuk ditiru/diteladani. Dengan kata lain, hidup kita harus tampil beda, bukan tampil aneh.

Status sebagai orang percaya, sebagai murid Kristus, menuntut kita menghidupi panggilan mulia yaitu menjadi terang dunia, memantulkan terang Kristus, sehingga Bapa dipermuliakan di dalamnya. Apa respon kita terhadap panggilan yang mulia ini?

~ Pnt.K. Aronika Hutasoit ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *