JANJI KESELAMATAN MELALUI TUNAS DAUD

 

Referensi Kotbah 02 Desember 2018

Yeremia 33 : 14 – 26

Nubuatan tentang janji keselamatan melalui tunas Daud, dalam Yeremia 33:14-26, berkait erat dengan janji pemulihan atas Israel dan Yehuda (Yeremia 3:6-13). Yeremia adalah seorang nabi yang melayani pada masa pemerintahan raja Yosia tahun 626 sM sampai pada masa kejatuhan Yerusalem tahun 587 sM. (Yeremia 1:1-3; 2 Raja-raja 22-25). Yeremia melayani dimasa Kerajaan Yehuda dipimpin oleh raja-raja yang menolak teguran dan nasihat Tuhan melalui Yeremia. Perbuatan dosa berlanjut bukan hanya pemimpin bangsa tetapi umat Tuhan pun meninggalkan Tuhan dan hidup dalam dosa. (Yeremia 2, 7, 8, dll). Akibatnya, Yehuda akan diruntuhkan dan dibuang, Yeremia 9:12-16. Yeremia 52:1-30. Namun di tengah-tengah siatuasi dan kondisi yang sangat sulit, Yeremia tetap setia melayani dan terus menyuarakan janji Tuhan kepada umat-Nya. Bahwa Yehuda akan dipulihkan, diselamatkan melalui Tunas Daud. Janji keselamatan yang menunjuk pada penggenapan kembalinya Israel dan Yehuda dari pembuangan dan juga menunjuk kepada Yesus Kristus yang adalah keturunan Daud, untuk menyelamatkan manusia dari dosa. (Injil Matius 1:1, 20-21).
1. Janji Keselamatan dari Tuhan adalah pasti (ayat 14-15)
Janji dari Tuhan yang diucapkan oleh nabi Yeremia ini, dimulai dengan kata “Sesungguhnya…” yang memberikan penekanan yang kuat, bahwa janji Tuhan adalah pasti. Pasti terjadi bagi umat-Nya. selanjutnya ditegaskan berulang-ulang dengan ungkapan;

“Pada waktu itu dan pada masa itu” yaitu waktu dimana Tuhan akan menggenapkan janji-Nya (ayat 15, 16). Umat Tuhan diperhadapkan dengan pergumulan dan persoalan karena dosa dan pemberontakan mereka, tetapi kasih sayang Tuhan melampaui pergumulan dan permasalahan umat-Nya. Ia tetap menjanjikan jalan keselamatan. Janji yang pasti akan digenapi. Hal penting bagi kita ialah, apakah ada pergumulan kehidupan karena ketidaktaatan dan menjadi kesusahan kita hari ini? Jawabannya ialah percayalah pada Kristus, sebab janji-Nya adalah pasti sepasti Tuhan yang telah berjanji.

2. Keselamatan yang dijanjikan menjadikan umat Tuhan hidup dalam keadilan dan kebenaran serta mengalami ketenteraman (ayat 16)
Kehidupan tenteram adalah bagian penting dari janji keselamatan. Hal itu terjadi oleh karena Tuhan sendiri yang menyatakan keadilan dan kebenaran di dalam kehidupan umat-Nya. Keadilan dan kebenaran adalah sifat khas dari Tunas Daud, dari Mesias yang dijanjikan, (Yesaya 11:4, 5; 53:11, Yer. 23:5-6). Keadilan dan kebenaran adalah dua hal yang bejalan beriringan, yang dikerjakan oleh Tunas Daud. Dalam arah yang sama Rasul Paulus menuliskan dalam Filipi 3:9, bahwa kebenaran itu diterima oleh umat Tuhan karena kepercayaan kepada Yesus Kistus, dan kebenaran itu dianugerahkan Allah berasarkan kepercayaan. Kata “kebenaran” yang dipakai dalam Filipi 3:9 adalah dari istilah Yunani “dikaiosune”. Istilah yang memberikan penegasan bahwa kita dibenarkan bukan karena kita benar tetapi karena anugerah Allah. Umat Tuhan yang percaya dan menerima Tunas Daud atau Mesias yang dijanjikan pasti menerima keadilan dan kebenaran yang menjadikan umat Tuhan hidup dengan tenteram. Mau hidup dalam keadilan, dibenarkan serta menikmati ketenteraman? Datanglah pada Dia yang dapat memberikannya kepadamu!

3. Hidup dalam janji keselamatan menjadikan umat Tuhan dipulihkan dan disayangi (ayat 17-26)
Selanjutnya, nubuatan tentang janji keselamatan melalui Yesus Kistus ini, diulas dengan menggunakan istilah raja dan imam. Dua jabatan yang semuanya digenapkan dalam diri Tuhan Yesus Kristus (Ibrani 4:14-16; Yesaya 9:6 dan Ibrani 7:2). Penegasan kepastian janji keselamatan melalui Tunas Daud ini diungkapkan dengan menunjuk pada pastinya malam dan siang yang datang pada waktunya, (ayat 20, 25). Karena itu, hiduplah dalam janji keselamatan yang digenapkan di dalam dan melalui Tuhan Yesus, sebab hanya di dalam Dia, yang adalah raja dan imam ada pemulihan dan ada kasih sayang dari Allah. Pertanyaannya ialah bagaimana dengan kita?

~ Pdt. Dennie Olden Frans ~