“Instruksi dan Implementasi”

Referensi Kotbah 04 November 2018

Ulangan 6 : 1 – 9

Ada asumsi yang berpendapat bahwa semakin seseorang memiliki pengetahuan yang banyak, semakin dirinya bernilai dan berhikmat. Hal ini terlihat dari sistem pendidikan kita yang cenderung menekankan transfer informasi. Si anak disebut pintar apabila ia dapat menghafalkan dan melafalkan sejumlah besar informasi.

Dalam bacaan hari ini, Musa memberikan instruksi kepada bangsa Israel bukan untuk menambah informasi dan wawasan mereka. Pesan yang Musa sampaikan “untuk dilakukan” secara praktis dan nyata dalam kehidupan sehari-hari (1). Hal itu tercermin dari kata “dengarlah” dan “lakukanlah” (3). Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa instruksi tersebut harus dilakukan? Tujuannya, agar rasa takut akan TUHAN dibangkitkan dalam kesadaran bangsa Israel. Dengan melakukannya, mereka akan mengalami berkat Tuhan dalam bentuk lanjut umur [2] dan multiplikasi (3).

Selanjutnya kita dapat melihat instruksi kembar yang khusus dan utama dalam ayat 4 dan 5. “Dengarlah” menyatakan tentang TUHAN yang satu-satunya dan yang sejati, yang adalah “Allah kita”—yang berdaulat atas kita (4). Namun bangsa Israel tidak cukup hanya mendengar dan menjadikan hal ini sebagai informasi semata. Mereka dituntut untuk (“lakukanlah”) mengasihi Dia dengan segenap totalitas hidup mereka (5). ). Pengakuan akan keesaan Allah dan respons berupa kasih harus diajarkan kepada keturunan mereka di mana saja dan kapan saja (6-7). Hal tersebut juga perlu “mendarah-daging” di dalam keseluruhan aspek kehidupan mereka tanpa terkecuali (8-9).

Miris rasanya melihat bahwa hari ini kita acap kali menceraikan “dengarlah” dengan “lakukanlah.” Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya. Kita dapat mengamini doktrin-doktrin yang sehat tetapi punya hidup yang sesat. Kita dapat mengakui bahwa ada Allah yang esa dan berdaulat, tetapi ternyata tidak mengasihi atau pun menaati-Nya (bdk. Yak. 2:19).

Renungkan: Marilah kita berkomitmen untuk menerapkan secara nyata firman Tuhan yang kita dengar dan dapatkan. [WF]

Dikutip dari http://www.sabda.org/publikasi/sh/2016/04/16/