Bersukacita Karena Segala Yang Baik Yang Tuhan Berikan PDF Print E-mail
Written by Web-admin   
Sunday, 07 February 2010 22:12

 

“BERSUKARIA KARENA SEGALA YANG BAIK
YANG TUHAN BERIKAN” Ulangan 26 : 1 - 19


Orang Kristen tentu tidak asing dengan yang dinamakan persembahan. Persembahan merupakan sebuah respon kita kepada Tuhan atas segala anugrah yang telah kita terima. Tentu persembahan tidak dapat disempitkan hanya kepada bentuk materi saja, namun sesungguhnya persembahan yang sejati adalah persembahan diri/hidup kita (Rm 12:1). Pada minggu ini kita akan melihat juga sebuah perikop dari kitab Ulangan mengenai persembahan. Ulangan 26 ini mencatat aturan-aturan yang ditetapkan Tuhan bagi bangsa Israel untuk mempersembahkan milik mereka. Ul 26:1-15 mencatat dua aturan mengenai persembahan: persembahan hasil pertama (1-11) dan perpuluhan tahun ketiga (12-15).

Persembahan hasil pertama adalah panen pertama dari hasil bumi yang dikelola bangsa Israel di tanah perjanjian yang dipersembahkan kepada Tuhan. Persembahan ini mengajar bangsa Israel untuk mengingat kasih setia Tuhan yang telah memimpin mereka mendapatkan tanah perjanjian. Maka tidak heran bila ada semacam kredo/pengakuan yang diucapkan mereka ketika mempersembahkan hasil bumi ini seperti yang terlihat pada ayat 3-10. Dengan melakukan hal ini mereka mengakui bahwa semua yang mereka dapatkan ini adalah anugrah Tuhan yang telah memimpin mereka sampai saat itu.

Berikutnya, Ul 26 juga mengatur mengenai persembahan persepuluhan. Namun yang diatur disini bukanlah persembahan persepuluhan biasa (lih. Ul 14:22ff), melainkan persembahan persepuluhan khusus tahun ketiga. Persembahan persepuluhan ini mengatur bangsa Israel untuk berbagi bersama dengan orang Lewi (karena mereka tidak memiliki tanah), orang asing, anak yatim dan janda. Dengan melakukan ini mereka mengingat orang-orang di sekeliling mereka yang membutuhkan dan saling menolong.

Apa yang dapat kita ambil dari pelajaran persembahan di kitab Ulangan ini? Kita bisa melihat bahwa berkat Tuhan yang diterima harus membuat kita melihat asal pemberinya, yaitu Tuhan. Tuhan yang memberikan tanah bagi bangsa Israel, yang telah menuntun mereka dari perbudakan Mesir sampai mendapatkan tanah Kanaan adalah Tuhan yang sama yang memberi kita pekerjaan, kesehatan, kehidupan, dan segalanya. Oleh karena itu, respon kita adalah mengingat Dia dan mempersembahkan hidup kita. Selain itu berkat Tuhan yang diterima juga menjadikan kita memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan orang di sekitar kita agar pekerjaan dan kemuliaan Tuhan semakin nyata. Biarlah melalui berkat yang diterima, kita bersukaria di dalam Tuhan – bukan sukaria egois namun sukaria yang ingat pada pemberinya dan sesamanya.

Oleh : Bp. Richard Natasasmita.

 

Last Updated on Sunday, 07 February 2010 23:34