| Yang Bertahan Sampai Kesudahannya Akan Selamat |
|
|
|
| Written by Web-admin |
| Friday, 29 January 2010 15:57 |
|
Matius 24 : 9-14
Dalam kotbahnya tentang akhir zaman, Yesus memberikan tanda-tanda yang akan menjadi tanda dari hari-hari terakhir; tanda itu akan makin hebat pada saat akhir zaman makin dekat. Nabi palsu dan orang beragama yang berkompromi di dalam gereja akan bertambah banyak dan menyesatkan banyak orang. Makin meningkatnya peperangan, bencana kelaparan, dan gempa bumi merupakan "permulaan penderitaan menjelang zaman baru". Apabila akhir zaman makin dekat, penganiayaan terhadap umat Allah akan makin hebat, sehingga banyak orang akan meninggalkan Kristus. Kekerasan, kejahatan, dan pengabaian hukum-hukum Allah akan meningkat dengan cepat, dan kasih yang wajar serta kasih sayang kepada keluarga akan berkurang. Pada akhir zaman sebagian besar umat dan negara-negara Kristen akan murtad. Di seluruh dunia berjuta-juta orang akan terlibat dalam ilmu gaib, ilmu nujum, sihir, spiritisme, dan pemujaan Iblis. Pengaruh setan-setan dan roh-roh jahat akan makin meningkat .Ciri khas akhir zaman ialah peningkatan yang luar biasa dari kemesuman, ketidaksenonohan, pemberontakan terhadap Allah, dan penanggalan semua pengekangan moral. Perbuatan seksual yang tidak wajar, kedursilaan, perzinahan, pornografi, penggunaan obat-obat terlarang, musik duniawi, dan hiburan yang memuaskan nafsu akan merajalela.Suatu kedurhakaan yang luar biasa.Pada waktu itu terjadi seperti "pada zaman Nuh" (ayat Mat 24:37) ketika kecenderungan hati manusia jahat semata-mata (lih. Kej 6:5). Yesus menekankan dengan menyatakan bahwa akibat kedurhakaan yang semakin meningkat akan berakibat kasih yang sejati akan sangat berkurang. Manusia lebih senang mengasihi dirinya sendiri. Kasih “agape” akan berubah menjadi kasih yang “dingin” ( Yun : anomai/tidak beraturan).Sehingga nilai-nilai kehidupan akan berubah. Tanda ini, menjadi nyata saat ini, karena banyak keluarga Kristen telah kehilangan kasih yang sejati. Masalah gereja di akhir zaman bukanlah terorisme, tetapi yang perlu diwaspadai adalah perceraian. Ironis sekali , orang Kristen yang seharusnya memegang janji nikah sampai mati, malah banyak yang kehilangan kasih dan bercerai dengan pasangannya. Ketidaksetiaan pada pasangan menunjukkan tanda ketidaksetiaan pada Kristus. Banyak sekali keluarga dan rumah tangga memilih bercerai dan menjadi berantakan.
Bagaimana bisa mengatasi nya dan apa solusinya. Yesus sudah mengatakannya : Siapa bertahan akan selamat. Jadi Jawabnya sederhana : Belajarlah untuk bersabar dan bertahan dalam situasi yang sulit .Jangan mudah mengambil keputusan yang salah. Obat manjur kesesakan di tengah situasi dunia ini adalah SBK (sabarlah dalam kesesakan). Tanpa kesabaran maka semuanya akan menjadi berantakan dan siapa yang bertahan akan selamat/ menyelamatkan keluarganya. Karena itu orang percaya di perintahkan untuk waspada dan berjaga-jaga. Karena yang menjadi musuh bukan orang luar tetapi bisa dari dalam rumah itu sendiri. Berjagalah (Yun. _gregoreo_) ditulis dalam bentuk perintah masa kini, yang menunjukkan keadaan siap siaga terus-menerus pada masa sekarang. Alasan untuk kesiagaan ini sekarang dan bukannya pada masa yang akan datang. Supaya orang percaya masa kini mengetahui kapan Tuhan akan datang untuk menjemput mereka .Peringatan Kristus agar murid-Nya selalu siap sedia harus dipahami sebagai menunjuk kepada kedatangan-Nya dari sorga untuk mengambil orang kudus zaman gereja dari dunia, yakni keangkatan gereja . Hidup kristiani ibarat lomba lari. Kita harus memelihara iman sampai akhir. Di akhir hidupnya, Paulus berkata mantap bahwa ia telah berhasil mencapai garis akhir. Apa rahasianya? Kepada Timotius, penerusnya, Paulus menekankan perlunya 3 hal: penguasaan diri, kesabaran menderita, dan ketekunan menjalankan panggilan Tuhan dalam situasi dan kondisi apa pun. Ibarat lomba lari, semua atlet bersemangat ketika berangkat dari titik start. Titik kritis terjadi saat masalah menghadang. Kelelahan, kepanasan, dan kehausan menggoda untuk berhenti. Hanya mereka yang terus berjuang dan bertahan sambil sabar menanggung ketidaknyamanan, akan tiba di garis akhir. Dalam lomba lari iman bisa jadi banyak masalah menghadang,sehingga mengikut Yesus tak lagi gampang. Godaan dunia begitu memikat. Tawaran untuk menikmati kesuksesan semu atau memuaskan nafsu bisa membuat Anda keluar jalur. Penyakit atau persoalan hidup juga dapat membuat Anda putus asa dan ingin berhenti. Ingatlah pesan Paulus. Tetap berjuang, bertahanlah sampai akhir. Jangan sampai kehilangan mahkota kebenaran kekal, hanya karena lalai berjuang dalam hidup yang singkat ini . Siapa yang bertahan akan selamat. Oleh : Pnt.K Slamet Tw.
|
| Last Updated on Friday, 29 January 2010 15:58 |