Obat Penawar Dari Kelelahan PDF Print E-mail
Written by Web-admin   
Friday, 29 January 2010 15:55

 

Matius 11 : 28 - 30

“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang ku pasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

 

Undangan Yesus yang begitu manis ditujukan kepada semua orang yang “letih lesu dan berbeban berat” oleh persoalan hidup serta beban dosa mereka sendiri.

 

Dengan  datang  kepada Yesus, menjadi hambaNya serta menaati petunjukNya, maka Ia akan dibebaskan dari semua beban yang tidak dapat diatasi dan memberikan perhentian, kedamaian, dan Roh KudusNya untuk menuntun ke dalam kehidupan yang lega, teduh dan damai.

 

Berhadapan dengan realitas pengalaman hidup para pengikutNya, yang letih lesu dan berbeban berat karena berbagai macam persoalan hidup, Yesus mengundang mereka untuk datang kepadaNya dan belajar daripadaNya tentang mengolah hidup yang sebenarnya. Undangan Yesus ini disertai dengan memberikan jaminan kelegaan dan ketenangan hidup, bagi setiap mereka yang menanggapi undanganNya dan yang mau belajar dariNya.  Ini menjadi bukti akan kehadiran Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, yang ingin setiap orang mengalami kasih Allah.

 

Kalau kita mencermati realitas hidup kita dari hari ke hari, kita pasti berjumpa dengan keletihan karena bekerja dan aneka persoalan hidup yang kita alami, baik ketika kita berada di tengah keluarga, masyarakat dan pekerjaan, maupun di tengah kehidupan bergereja.  Dalam situasi seperti ini, mungkin seringkali kita tidak datang kepada Yesus untuk mendapatkan kekuatan dalam membangun hidup ini, tetapi kita datang kepada berbagai macam hal-hal gaib dan semakin tenggelam dalam tawaran roh-roh duniawi. Dengan cara demikian kita tidak mengalami kelegaan dan ketenangan hidup, dan bahkan hidup kita semakin terpisah jauh dari kasih Allah.

 

Matius 11 : 28-30 ini, menghantar kita untuk selalu membuka diri akan kehadiran Yesus yang mengundang kita untuk datang kepadaNya, dan belajar mengolah hidup yang sebenarnya dari Yesus, Guru kehidupan sejati. Kita harus mengambil keputusan yang tepat dalam membangun hidup iman kita, dengan cara membuka hati kita kepada Yesus dan menyerahkan seluruh hidup kita dibawah tuntunan Yesus. Dengan cara demikian, kita telah menemukan hidup yang sebenarnya didalam kasih Yesus.

 

Last Updated on Friday, 29 January 2010 15:57