Gereja Misioner PDF Print E-mail
Written by Web-admin   
Saturday, 09 January 2010 21:09

 

Kisah 2 : 41-47

Nats hari ini memberikan suatu gambaran kebangunan rohani yang luar biasa di Yerusalem. Karena pekerjaan Roh Kudus, maka ketika Injil diberitakan oleh Petrus ada tiga ribu orang yang percaya dan member diri dibaptis (ayat 41). Hari itu oleh para teolog dan ahli sejarah gereja disebutkan sebagai hari lahirnya gereja. Apalagi bagian berikut dari nats itu langsung memberikan kepada para pembaca Kisah Para Rasul gambaran ideal sebuah gereja.

Dalam ayat-ayat ini diperlihatkan berbagai aktivitas gereja yang dapat dikenali juga dalam kehidupan bergereja modern seperti beribadah, bertekun dalam pengajaran, bersekutu, berdoa, berbagi dan hal-hal lainnya. Mungkin dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek kehidupan bergereja terdapat dalam nats ini karena sekali lagi perlu ditekankan bahwa nats ini bertujuan memberikan gambaran ideal sebuah gereja.

Berkaitan dengan perenungan kita tentang gereja missioner, maka kita pun mendapat landasan kuat dari nats ini bahwa gereja yang ideal adalah gereja yang missioner. Hal ini dapat kita lihat dari kenyataan bahwa lahirnya gereja atau bangkitnya sebuah gereja adalah dari tindakkan misioner para murid Tuhan Yesus. Merekalah yang dipercayakan Tuhan Yesus untuk mengembangkan gereja (Mat 28:19-20). Kemudian hasil dari tindakan missioner berupa penginjilan oleh Petrus itu menghasilkan gereja. Dengan demikian kita mendapat suatu siklus missioner: gereja berasal dari pekerjaan misi dan harus melakukan tindakan missioner  yang salah satu bentuknya adalah menghasilkan gereja yang lain.

Apa yang menjadi kekuatan untuk menjadikan suatu gereja menjadi missioner? Semua kegiatan gerejawi seharusnya mendukung anggota jemaat dan gerejanya untuk semakin missioner. Hal ini kita lihat dari hasil akhirnya “Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (ayat 47). Tetapi seluruh kegiatan gereja itu diikat dengan satu kelekatan jemaat yang luar biasa. Mari kita memperhatikan kata “persekutuan”, “berkumpul”, “bersatu”, “kepunyaan bersama”, dan “sehati”. Kata-kata ini memberikan roh dari kegiatan gerejawi kita ada untuk bersatu bagi Tuhan dan mengerjakan pekerjaan Tuhan! Inilah yang didoakan oleh Tuhan Yesus, “ supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh 17:21).

Pada kesempatan ini mari kita merenungkan apakah yang telah kita perbuat secara pribadi atau kelompok pelayanan telah berupaya menjadi semakin missioner? Dan apakah upaya kita itu disertai dengan semangat kebersamaan? Menekankan hal yang sama lebih dari perbedaan? Saling menerima dan mendukung untuk bisa mengembangkan pekerjaan Tuhan? Jika hal ini sedang dibangun maka doa Tuhan Yesus akan semakin terwujud kedhidupan anggota jemaat dan  Gereja KRistus Ketapang: supaya mereka menjadi satu, … supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

 

Oleh :

Pnt.K. Djeffry Hidajat

 

Last Updated on Saturday, 09 January 2010 21:11