Indahnya Gaya Hidup Manusia Baru

Referensi kotbah 12 Agustus 2018
Efesus 4 : 17 – 32

Perjumpaan kita secara pribadi dengan Yesus Kristus seharusnya mengubah gaya hidup kita. Prilaku keseharian kita yang tadinya menyukai dosa seharunya berubah menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan dan meninggalkan dosa. Namun Sering kali fenomena yang kita jumpai atau yang kita dengar tentang gaya hidup orang Kristen jaman now tidaklah demikian. Banyak orang Kristen yang kelihatannya rajin beribadah, terlibat dalam pelayanan tapi gaya hidup yang ditunjukkan di dalam kesehariannya tidak sesuai dengan penggilan yang Tuhan nyatakan.
Bagian firman Tuhan ini merupakan lanjutan dari nasehat Paulus yang sebelumnya (lihat : efesus 4:1-16), suatu nasehat yang mengingatkan mereka akan identitas baru atau status baru yang Tuhan berikan. Mereka yang sudah dipanggil oleh Tuhan atau yang telah diselamatkan oleh Tuhan harus hidup sesuai atau berpadanan dengan panggilan yang Tuhan sudah nyatakan (efesus 4:1). Dan Dalam ayat 17-32 ditekankan lebih lanjut tentang hidup yang berpadanan dengan panggilan Allah. Dalam hal ini Paulus menggunakan istilah manusia baru.
Istilah manusia baru dan manusia lama kerap kali diungkapkan Paulus dalam surat-suratnya. Manusia lama adalah manusia yang hidup di dalam dosa manusia yang belum percaya kepada Yesus Kristus sehingga hidupnya penuh dengan kecemaran, memiliki pikiran yang sia-sia, hati yang gelap, jauh dari Allah,bodoh dan degil sehingga mereka menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu dan berbuat segala kecemaran.

Sedangkan manusia baru adalah manusia yang sudah mengalami kasih Tuhan, percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga gaya hidupnya menjadi gaya hidup yang berbeda,menanggalkan manusia lama dan hidupnya tidak lagi di dalam dosa tapi hidup di dalam terang kasih Tuhan dengan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Dan ciri-ciri gaya hidup manusia baru adalah tidak berdusta, tidak pemarah,tidak mencuri, tidak berkata kotor dll.
Dengan membandingkan gaya hidup manusia lama dan manusia baru kita diingatkan bagaimana seharusnya kita hidup.Hidup kita harusnya menjadi teladan yang memancarkan kasih Tuhan dimanapun kita berada. Sehingga kehadiran kita menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan melalui gaya hidup yang kita tunjukkan. Amin

~ Ibu Susi Sihaloho ~