HIDUP YANG MEMANCARKAN KEMULIAAN ALLAH

Referensi Kotbah 03 Maret 2019

Keluaran 34 : 29 – 35
Musa adalah seorang tokoh Alkitab yang setia mengikut perintah Allah untuk memimpin bangsa Israel. Berkali kali bangsa Israel memberontak namun Musa tetap setia. Selain kesetiaannya pada Tuhan Musa juga memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Hal ini nampak dalam peristiwa yang tertulis dalam Keluaran 33:11: “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya;….” Kisah ini terjadi sebelum kisah dimana kulit muka Musa bercahaya dalam teks yang kita baca. Cahaya ini menunjukkan bahwa Musa memancarkan kemuliaan Tuhan. Relasi Musa dengan Tuhan kedekatan Musa dengan Tuhan membuat Musa dalam kepemimpinannya memancarkan kemuliaan Tuhan.
Dalam ayat 30 dikatakan ketika Harun dan Israel melihat wajah musa bercahaya maka takutlah mereka apa artinya? Ketika bangsa Israel melihat muka Musa bercahaya mereka melihat kemuliaan Allah dan inilah yag membuat mereka takut. Ketika bangsa Israel melihat cahaya pada wajah Musa mereka takut untuk mendekat. Ini karena dosa-dosa dan ketidak taatan bangsa Israel. Hal yang mirip terjadi pada kisah Adam dan Hawa yang bersembunyi ketika Allah mencari mereka setelah mereka jatuh dalam dosa (Kej 3:9-10).
Musa adalah perantara antara Bangsa Israel dengan Tuhan dan sangat penting bagi Musa agar bangsa Israel mempercayai perintah Tuhan yang disampaikan melalui Musa. Namun dalam Dalam ayat 31-32, Musa memanggil mereka untuk menyampaikan perintah-perintah Tuhan.

Setelah Musa selesai berbicara Musa kembali menyelubungi kepalanya dan membukanya lagi tatkala berbicara dengan Tuhan (ay 33-35) dan kalau kita melihat pasal-pasal berikutnya bangsa Israel taat pada perintah Musa.
Memiliki kemuliaan Tuhan adalah hal yang penting. Namun seringkali kita merasa kemuliaan ini bisa didapatkan dengan berbuat baik dan melayani di gereja (bukan berarti salah) namun itu baru mengindikasikan kita intim dengan “kegiatan-kegiatan gereja”. Teks yang kita baca tidak menunjukkan demikian. Kemuliaan Tuhan didapat dari keintiman relasi dengan Tuhan bukan dengan kegiatan-kegiatan rohani. Dalam Keluaran 34:28-29 tertulis bahwa Musa ada bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman. Dan ketika Musa turun dari gunung Sinai kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.
Bersama dengan Tuhan 40 hari 40 malam dan berpuasa menunjukkan keintiman yang luar biasa sehingga wajahnya bersinar memancarkan kemuliaan Tuhan. Selama itu Musa hanya mendengarkan perintah Tuhan. Jemaat sekalian, bagaimana dengan anda? Apakah anda intim dengan Tuhan? Seberapa sering anda berdiam diri dihadapan Tuhan mendengarka suara Tuhan? Seberapa sering anda membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Relasi kita dengan Tuhan hanya kita dan Tuhan yang tahu. Tuhan Yesus memberkati.

~ Bp. Cahyono Candra ~