HIDUP DI TAHUN RAHMAT TUHAN

Referensi Kotbah 27 Januari 2019

Lukas 4 : 14 – 30

Berita Rahmat Tuhan seharusnya ada di dalam ibadah atau di luar ibadah? Rahmat Tuhan terbelenggu ‘sistim agama yang legalistik” Tuhan Yesus sebagai contoh bagaimana menghadiri rumah doa atau ibadah umum di sinagoga pada saat Sabat tiba sebagai suri teladan yang perlu di ikuti oleh orang percaya jangan seperti yang di biasakan orang2 saat ini( baca Ibr 10:24-25).Bagaimana dengan saya bila hari perhentian itu tiba mengupayakan datang atau melalaikannya?
Liturgi di sinagoga biasanya diawali Doa Permohonan Berkat ALLAH lalu selanjutnya kredo/pengakuan iman (Ul 6:4-9; 11; 13-21).Setelah itu membacakan ayat dari Hukum Taurat atau bisa juga Kitab2 Nabi mengingat dalam tulisan Ibrani maka biasanya akan di terangkan bahasa Aram. Jika pembacanya hanya jemaat tidak perlu ada renungan atau kotbah singkat lain perkara jika kedatangan entah imam-orang Lewi-rabi(Kis 13:14-16)di ikuti dengan renungan atau kotbah singkat.Setelah akan di tutup pertemuan Sabat dengan doa ucapan syukur.

Pada saat Tuhan Yesus mengunjungi kota Nazaret(tempat dimana Ia di besarkan)pastilah sudah terdengar desas-desus kiprahNYA di daerah Kapernaum dan sekitarnya.Pastilah ini membuat keluarga inti hingga keluarga besar-NYA,teman2 sejak kecil dan tidak ketinggalan tetangga2 antusias dan semangat untuk melihat dan mendengarkan DIA. Dan ketika Tuhan Yesus di minta untuk membacakan teks bukan Hukum Taurat tetapi Kitab Nabi Yesaya maka hal ini pasti bukanlah kebetulan yaitu teks pasal 61:1-2 yang sudah di pahami ayat tersebut berbicara tentang Mesias. ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Setelah menutup kitab tersebut maka semua mata dan telinga menaruh perhatian dan menantikan uraian dari teks yang baru saja di baca dan yang di luar dugaan mereka ialah Tuhan Yesus dengan tegas dan berani mengatakan:”Hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Tahun Rahmat Tuhan atau di sebut Tahun Yobel(Im 25)yaitu 7 kali 7 tahun yaitu setiap siklus 50 tahun di ikuti tanah di istirahatkan;budak2 Yahudi harus di bebaskan dan di kembalikan kepada keluarganya;tanah atau harta yang telah di gadai/di jual haruslah di kembalikan atau boleh jadi di katakan semua hutang di batalkan.Itulah hari yang sangat dinanti2kan dan hari penuh sukacita.
Dua respon setelah mendengarkan Tuhan Yesus yang mengajarkan begitu indah dan takjub yang pertama membenarkan sedangkan yang kedua sebenarnya kagum dan heran tetapi yang muncul ialah penolakan-marah-menghalauNYA kel uar kota serta mempertanyakan keabsahannya sebagai Mesias.

Tuhan Yesus memberitakan ‘pembebasan’ kepada yang tertawan dan tertindas secara fisik tetapi juga secara rohani yaitu pembebasan dari kuasa dosa. Kepada yang buta secara fisik di celikan serta secara rohani akan melihat terang keselamatan dari Tuhan melalui Tuhan Yesus juga kabar sukacita yaitu kebaikan menerobos suku-agama-ras di mulai pada Elia terhadap janda di Sidon(1 Raj 17:8-16) dan Elisa menyembuhkan penderita kusta Jendral Naaman dari Aram(2 Raj 5:1-15).

Mendengar Firman Tuhan itu bagus tetapi untuk bisa percaya dan mengerti perlu Roh Kudus yang membuat hati yang terbuka maka akan mengalami kuasa dan kasihNYA.Apa respon saya pada saat ini? Bersedia lalu jadi alat pembawa rahmat Tuhan atau mengeraskan hati dan menutup diri?

~ Pnt.K. Hilton Tantra ~