Lukas 5 : 1 – 11
Tahun Baru adalah pergantian tahun yang merupakan momentum untuk menyadari secara mendalam, bahwa kita memiliki waktu / masa hidup dalam dunia ini. Kita diingatkan bahwa kita hidup dalam ruang dan waktu tertentu.
Keterikatan perjalanan hidup dalam ruang dan waktu menyadarkan kita sebagai makhluk yang kecil dan lemah di hadapan Tuhan yang mengatur alam semesta ini. Sepatutnya, manusia mengucapkan syukur, berterima-kasih karena masih diberi kesempatan menjalani kehidupan dalam ruang dan waktu ini.
Ada kebiasaan baik bagi keluarga, menjelang dini hari pergantian tahun, anggota keluarga lengkap mengadakan kebaktian, memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan atas karunia penyertaan Tuhan dalam satu tahun ke belakang dan mendoakan agar di tahun yang baru, rahmat dan penyertaan Tuhan terus beserta kita. Setelah itu masing-masing anggota keluarga saling bermaafan satu dengan yang lain atas khilaf dan kesalahan yang telah dilakukan diiringi nasihat-nasihat bijak Firman Tuhan yang kembali menyegarkan kehidupan kita di tahun yang baru.
Dalam bacaan Firman Tuhan hari ini kita melihat hal indah dan patut kita belajar dan melakukannya di tahun baru 2012, yaitu : KETAATAN.
Dalam ayat 4 kita melihat bahwa Yesus menyuruh Petrus untuk pergi ke tempat yang dalam dan menjala ikan di sana. Sebetulnya Petrus mempunyai alasan-alasan rasionil untuk mengabaikan perintah Yesus itu, seperti :
- Yesus adalah tukang kayu, bukan nelayan. Bagaimana mereka sebagai nelayan harus menuruti nasihat dari tukang kayu dalam hal menangkap ikan ?
- Sepanjang malam itu mereka tidak mendapat ikan (ayat 5), padahal malam adalah waktu yang terbaik untuk menangkap ikan. Tetapi sekarang Yesus menyuruh mereka menjala ikan pada pagi / siang hari.
Tetapi, hal yang luar biasa adalah : sekalipun ia mempunyai alasan-alasan rasionil tersebut, ia tetap mentaati perintah itu !
Penerapan : Di tahun baru 2012 mari kita bertekad kalau mendapat perintah Tuhan, dan saudara mempunyai alasan yang rasionil untuk tidak mentaati perintah Tuhan itu, apakah saudara tunduk pada Firman Tuhan ataukah pada alasan rasionil saudara? Saudara bebas menentukan, misalnya :
- Tuhan menyuruh Saudara untuk jujur. Tetapi, dalam hal-hal tertentu, seperti dalam bisnis / pekerjaan, kejujuran bisa merugikan kita / mengurangi keuntungan kita. Akankah saudara tetap jujur?
- Tuhan menyuruh saudara untuk memberi persembahan persepuluhan, tetapi ternyata penghasilan saudara tidak mencukupi kebutuhan hidup saudara ! Lalu, bagaimana? Apakah saudara tetap taat pada perintah Tuhan?
- Tuhan menyuruh saudara untuk mengasihi musuh, bahkan untuk membalas kejahatan dengan kasih. Tetapi kalau hal itu saudara lakukan, maka para musuh itu pasti akan makin menjadi-jadi dalam menjahati saudara. Apakah hal itu saudara jadikan alasan untuk tidak mentaati Firman Tuhan ?
Hal yang luar biasa kita lihat akibat ketaatan Petrus ini menyebabkan terjadinya suatu mujizat, yaitu mereka menangkap begitu banyak ikan, sehingga jala mulai koyak dan perahu hampir tenggelam karena dipenuhi ikan.
Kalau selama ini saudara terus bersikap acuh tak acuh terhadap Yesus, atau sekedar menjadi pengikut pendeta / gereja / keluarga, bertobatlah ! Tuhan Yesus sudah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saudara, maka mulai saat ini tinggallah di dalam Dia, berbuahlah dan nikmati keindahan persekutuan dengan Dia. Selamat Tahun Baru. Tuhan memberkati saudara. Amin.
Oleh :
Pdt. Adieli Waruwu



