GEREJA YANG SEHAT, BERTUMBUH DAN BERBUAH

 

Referensi Kotbah 10 Juni 2018

Kolose 2 : 6 – 15

Ciri-ciri gereja yang sehat, bertumbuh dan berbuah adalah gereja yang berpusat kepada Kristus, dapat dilihat dari firman Tuhan yang disampaikan oleh rasul Paulus sebagai berikut:
1. Tetap di dalam Dia
2. Berakar di dalam Dia
3. Dibangun di atas Dia
4. Bertambah teguh dalam iman
5. Hati yang melimpah dengan syukur
Bagaimana supaya kita tetap di dalam Dia dan berakar di dalam Dia?
Firman Tuhan mengatakan: “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yohanes 15:10) Jadi barangsiapa menuruti perintah Tuhan dalam hidupnya, ia tetap di dalam Dia dan berakar di dalam Dia, lalu dibangun di atas Dia, karena telah memiliki pondasi dasar yang benar. Kata “tetap” menunjukkan kontinuitas yang terus kita pertahankan, sebab banyak hal yang dapat membuat kita tidak tetap di dalam Dia. Kita akan bertambah teguh dalam iman, melalui firman Tuhan yang telah kita lakukan dan menjadi dasar hidup kita: “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)

Supaya tetap sehat, bertumbuh dan berbuah, rasul Paulus mengingatkan supaya hati-hati terhadap hal-hal yang dapat menghambat, yaitu filsafat kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
Ada banyak filsafat kosong dan palsu, kepercayaan, dan adat istiadat yang tidak sesuai dengan firman Tuhan yang dapat menawan dan menggoda hati mesti kita tolak. Jika kita tidak tinggal dan berakar serta bertumbuh di dalam firman, bagaimana mungkin kita dapat mengetahui apakah benar atau salah terhadap konsep, filsafat, dan berbagai ajaran tersebut? Tentu tidak bisa.

Mengapa kita harus berpusat kepada Kristus?
1. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmani seluruh kepenuhan ke-Allahan
2. Dialah kepala pemerintahan dan penguasa
3. Oleh anugerah Kristus, kita menerima penanggalan akan tubuh yang berdosa
4. Kita dikuburkan dan dibangkitkan oleh Kristus, dimaknai dari sakramen baptisan
5. Dahulu mati oleh pelanggaran, tetapi sekarang hidup oleh karena pengampunan Kristus
6. Dahulu berhutang, terdakwa dan terancam, sekarang dihapuskan melalui salib.

Oleh sebab itu seharusnya hati kita melimpah dengan syukur, dan mau terus tinggal di dalam-Nya, berakar dan bertumbuh, dan makin teguh beriman kepada Yesus Kristus.
Dengan hati yang bersyukur karena telah diselamatkan dan tinggal di dalam Dia, kita mau memberitakan kasih Tuhan kepada orang lain yang belum percaya.

Makin jelas kita mengenal Tuhan melalui firman-Nya, makin jelas kita mengenal diri sendiri, dan makin jelas kita mengenal tujuan Tuhan dalam hidup kita untuk melayani orang lain, suatu kehidupan yang berbuah.

~ Pdt. Martin Elvis ~

Leave a Reply