Gereja Yang Peduli

Referensi Kotbah 29 Juli 2018

Yohanes 6 : 1 – 21
Tuhan Yesus perlu memberi para pengikutnya makan karena mereka dari berbagai daerah bergegas untuk mencari Yesus sehingga tentu tidak menyiapkan bekal setelah seharian berjalan, melihat Kristus menyembuhkan dan menerima pengajaran, tentu laparlah mereka ini (Mrk 6:33, 35-36). Peristiwa Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang lebih dengan lima roti dan dua ikan adalah mujizat satu-satunya yang dicatat di ke empat Injil! (Lihat Mat 14:13-21; Mrk 6:32-44; Luk 9:10-17). Dengan demikian hal ini mengukuhkan peristiwa dan makna dari peristiwa ini adalah penting.
Pertama-tama, mujizat ini disaksikan dan dialami paling banyak orang. Yohanes menyebutkan ada 5000 laki-laki (dewasa). Jika dihitung dengan kaum perempuan dan anak-anak yang turut serta, sedikitnya ada 10.000 orang saat itu! Dengan demikian tidak heran mujizat ini yang paling banyak diketahui orang-orang. Orang-orang yang mengalami mujizat ini dan menjadi percaya, akan dengan senang hati menceritakannya kepada orang lain dan generasi mereka berikutnya.
Kedua, dalam Injil Yohanes mujizat memberi makan tepat dikisahkan setelah Kristus menjelaskan tentang Musa: “Jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu juga akan percaya kepada-Ku, sebab ia menulis tentang Aku.” Kristus bukan sekedar mendeklarasikan dengan kata-kata tetapi Ia memberi orang banyak itu makan, seperti TUHAN memberi manna, roti surgawi kepada orang Israel. Musa sendiri adalah nabi terbesar bagi bangsa Yahudi. Nabi besar lainnya adalah Elia, karena pada masanya terjadi juga banyak mujizat. dan bahkan dengan otoritas yang lebih dari Musa

Dan salah satunya adalah Tepung dan minyak yang tidak habis selama TUHAN belum menurunkan hujan! Dengan kata lain, Kristus mendeklarasikan bahwa dirinya adalah nabi Allah seperti yang dirujuk oleh Musa.
Ketiga, Kristus menunjukkan hati yang berbelas kasihan kepada orang banyak (bdk. Mrk 6:34). Seorang guru tidak harus menyediakan kebutuhan jasmani murid-murid atau pengikutnya. Malah sebaliknya biasanya murid atau pengikut yang memberikan kontribusi untuk pemenuhan kebutuhan rombongan guru dan murid. Di sini Kristus memperlihatkan hati yang mengasihi orang-orang. Kepedulian yang nyata. Bukan saja kehausan rohani, tetapi juga fisik. Apalagi jumlah yang demikian banyak yang seperti domba tidak mempunyai gembala.
Keempat, dalam rangka pemuridan, Kristus melibatkan Filipus untuk menyelesaikan permasalahan bagaimana menyediakan makanan untuk demikian banyak orang. Filipus dalam keterbatasannya merespon dengan ketidak-mungkinan. Dalam kisah ini, murid lain dimunculkan. Andreas berinisiatif melibatkan diri dengan menyatakan ada anak yang mempunyai lima roti dan dua ikan. Kisah dalam Injil Yohanes ini memperlihatkan Kristus yang memberi kesempatan kepada murid-muridNya dan orang-orang untuk terlibat dalam memperhatikan dan melayani orang lain!
Dari empat poin di atas maka kita diteguhkan bahwa Kristus adalah sungguh dari Allah dan adalah Allah sendiri yang berkuasa, ditandai dengan melakukan mujizat. Hal ini perlu agar murid-murid dan orang-orang menjadi percaya. Dalam pelayananNya Kristus menunjukkan belas kasih bukan saja kepada rohani dan jiwa tetapi juga kebutuhan fisik. Hal ini mendorong gereja dan orang Kristen melayani bukan hanya aspek kerohanian saja tetapi holistik dan integratif. Kristus juga mau melibatkan murid-murid dan orang-orang untuk melayani. Itu berarti saudara dan saya juga diajak untuk ikut peduli yang Kristus peduli dan memberi diri untuk melayani orang-orang. Dengan melakukan kepedulian dan pelayanan nyata sesungguhnya kita sedang memberitakan tentang Kristus!

~ Pdt. Djeffry Hidajat ~