FIGHT THE GOOD FIGHT

Referensi Kotbah 22 September 2019

I Timotius 6 : 12
Iman yang sejati selalu nampak dalam sikap dan tingkah-laku orang percaya yang sejati. Dalam berbagai situasi hidup yang berubah-ubah – susah, senang, kuat, lemah – iman yang sejati akan seperti tonggak yang berdiri tegak ditengah badai – jika iman itu berdiri pada dasar yang benar, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sebaliknya orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, keahliannya, pengalamannya, mereka semua akan kecewa dan kehilangan segala yang baik yang Tuhan sediakan bagi mereka yang senantiasa menaruh harap dan bersandar kepada-Nya. Pengalaman-pengalaman rohani dengan Tuhan hanya terjadi pada mereka yang berani mengandalkan Tuhan dalam segala perkara. Ia tetap bekerja, berusaha, berjuang, dengan segala kemampuan yang dimilikinya (fight whole heartedly), tetapi ia tidak mengandalkan semua itu, ia menaruh Tuhan di atas segala keahlian, usaha, pengalamannya, perjuangannya.
Timotius – ketika mengikuti Tuhan memenuhi panggilan-Nya – tidak hanya mengalami masa-masa menyenangkan penuh berkat, melihat tangan Tuhan bekerja dalam kehidupan seseorang, membawa mereka dalam hidup baru dalam Kristus. Timotius juga mengalami tantangan yang tidak mudah dalam pelayanannya di Efesus. Ada guru-guru palsu yang menyusup dalam jemaat, ada yang orientasi hidupnya pada materi semata, bahkan dikatakan bergantung pada kekayaan yang mereka miliki.

Ada yang mengira bahwa ibadah adalah sumber keuntungan, ada perselisihan, fitnah, dan lain sebagainya. Tugas penggembalaannya bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Paulus menasihatinya agar ia bertekun dalam iman, dalam perjuangan imannya, panggilannya: “Fight the good fight of faith” (6:12), sampai pada akhirnya.
Kitapun hari ini, diajak mendengarkan Firman Tuhan tersebut, dalam konteks panggilan hidup kita masing-masing. Berkeluarga adalah panggilan Tuhan. Setiap kita yang berkeluarga memiliki tugas masing-masing sebagaimana yang Tuhan inginkan kita lakukan. Tidak menikahpun adalah suatu panggilan bagi orang tertentu (1 Kor 7:7; Mat. 19:12). Bagaimanapun keadaan kita – berkeluarga atau tidak berkeluarga – kita wajib menjalankan hidup iman kita dengan penuh kesungguhan dan tanggung-jawab kepada Tuhan. Masing-masing kita diajak untuk “Fight the good fight of faith” (memperjuangkan perjuangan iman yang baik/benar). Hal itu berarti, kita perlu memahami dengan jelas medan pertempuran-iman kita, kita wajib mengenal dengan baik musuh-musuh rohani kita, dan kita wajib mengetahui setiap perlengkapan senjata rohani yang kita butuhkan untuk dapat menghadapi berbagai tantangan dari musuh-musuh rohani kita tersebut. Dan yang tidak kalah pentingnya, memahami bagaimana menggunakan semua perlengkapan itu pada saatnya.
Tantangan dalam hidup berkeluarga tidak sedikit. Peran suami, isteri dan anak-anak serta keluarga lainnya sangat penting mengacu dan bersesuaian dengan Firman Allah. Ketika menghadapi tantangan membesarkan dan mengasuh anak di jalan Tuhan, ketika mengalami krisis ekonomi, ketika terjadi perbedaan pendapat dalam keluarga antara suami/ isteri, orangtua dan anak, masing-masing anggota dipanggil untuk mewujudkan imannya dengan melepaskan ego, mempersilahkan Kristus dan sifat-sifat-Nya muncul oleh kerja Roh Kudus dalam diri masing-masing anggota. Saat kuat, saat lemah tak berdaya, saat jatuh, Tuhan tetap menjadi sadaran, kekuatan dan penghiburan tiap anggota keluarga. Perjuangan iman seperti itulah yang Tuhan ingin kita kerjakan dalam hidup kita, keluarga kita. Di sisi lainnya, perjuangan hidup single juga tidak tanpa perjuangan. Saudara-saudara yang dipanggil untuk itu, dikarunia demikian, ia wajib mengenali karunia tersebut dalam dirinya, dan hidup memusatkan diri pada Allah, disetiap situasi hidupnya: “Fight the good fight of faith”. Dengan demikian ia mengalahkan setiap tantangan dan godaan, kesulitan. Bahkan, dimampukan untuk bangkit kembali jika tersandung.
Baik berkeluarga atau tidak, kita semua tergabung dalam Keluarga Allah yang satu, yang bersama-sama berjuang dalam perjuangan iman yang baik. Kita tidak sendiri! Bukan hanya karena ada rekan-rekan seiman, tetapi terutama karena kehadiran-Nya Pribadi dalam kita, oleh Roh Kudus-Nya, yang memampukan dan menjamin kemenangan itu dalam kemenangan-Nya.
Let’s keep fight the good fight of faith. Amin!

~ Pdt. Albert Adam ~