<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gereja Kristus Ketapang</title>
	<atom:link href="http://www.gkketapang.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gkketapang.org</link>
	<description>Gereja Misioner Yang Menjadi Berkat Bagi Keluarga, Masyarakat Jakarta, Indonesia dan Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 21:06:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Pergi dan Menghasilkan Buah</title>
		<link>http://www.gkketapang.org/pergi-dan-menghasilkan-buah/</link>
		<comments>http://www.gkketapang.org/pergi-dan-menghasilkan-buah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 20:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Web admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Referensi Kotbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gkketapang.org/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[ Yohanes 15 : 9 – 17 Referensi Kotbah 20 mei 2012 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya …………..                           (ayat 16) Bagi orang percaya  untuk menjalani kehidupan yang berbuah dan menjadi berkat, kehidupan yang bagaimanakah ? Kehidupan  yang digambarkan dengan adanya kesatuan dan persekutuan dengan<br /><span class="read_more"><a href="http://www.gkketapang.org/pergi-dan-menghasilkan-buah/">Read more...</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"> <strong>Yohanes 15 : 9 – 17</strong></p>
<p style="text-align: left;" align="center"><em>Referensi Kotbah 20 mei 2012</em></p>
<p style="text-align: left;" align="center">Bukan kamu yang <strong>memilih Aku</strong>, tetapi <strong>Akulah yang memilih kamu.<br />
</strong>Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu<strong> pergi dan menghasilkan</strong> buah dan buahmu itu tetap, supaya …………..                           (ayat 16)</p>
<p style="text-align: left;">Bagi orang percaya  untuk menjalani kehidupan yang berbuah dan menjadi berkat, kehidupan yang bagaimanakah ?<br />
Kehidupan  yang digambarkan dengan adanya kesatuan dan persekutuan dengan Kristus :<br />
Tinggal  di dalam Aku (Yohanes 15 :  4, 5 &amp; 7)<br />
Tinggal di dalam kasihKu (ayat 9 &amp; 10)</p>
<p><strong style="text-align: left;">I.        </strong><strong style="text-align: left;">Tinggal di dalam kasihKu</strong><span style="text-align: left;"> (tiga kali Tuhan Yesus katakan dalam ayat  9 &amp; 10)<br />
</span><span style="text-align: left;">Bukan kasih yang emosional , tetapi kasih dalam ketaatan menuruti perintah Tuhan.<br />
</span><span style="text-align: left;">Tuhan Yesus memberi teladan taat kepada BapaNya. Kita memakai teladan itu sebagai pola untuk ketaatan kita kepadaNya.</span></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Hidup tinggal di dalam kasih Kristus</strong>, berarti :<br />
-        Percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah dan menerima Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan<br />
-        Sebagai seorang sahabat yang taat melakukan apa yang Tuhan Yesus katakan<br />
-        Menjalani kehidupan dengan terus beriman kepadaNya.</p>
<p><strong style="text-align: left;">II.     </strong><strong style="text-align: left;">Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu<br />
</strong><strong style="text-align: left;">1.       </strong><strong style="text-align: left;">Tuhan Yesus yang membuat pilihan pertama</strong><span style="text-align: left;">, yaitu dengan teladan mengasihi (ayat 15).<br />
</span><span style="text-align: left;">-        Dia memberikan nyawaNya untuk murid-muridNya dan kita orang percaya, supaya kita mengasihiNya.<br />
</span><span style="text-align: left;">-        Taat melakukan perintahNya sebagai sahabat (ayat 14, 15)<br />
</span><span style="text-align: left;">-        Menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah (ayat 16)</span></p>
<p><strong style="text-align: left;">2.       </strong><span style="text-align: left;">Murid-muridNya, dan kita orang percaya yang</span><strong style="text-align: left;"> membuat pilihan selanjutnya.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Mau menerima atau menolak tawaranNya, yang telah menetapkan kita supaya pergi dan menghasilkan buah. Tuhan Yesus mengasihi kita, menjadikan kita sahabatNya yang mau taat kepadaNya.</p>
<p><strong style="text-align: left;">a.       </strong><strong style="text-align: left;">Pergi, pergi ke mana ???<br />
</strong><span style="text-align: left;">Pergi ke tempat yang Tuhan telah tetapkan, bukan ke tempat yang menjadi pilihan kita. Yang nyaman dan aman.</span></p>
<p><strong style="text-align: left;">b.       </strong><strong style="text-align: left;">Menghasilkan buah<br />
</strong><span style="text-align: left;">-        Buah Roh Kudus<br />
</span><span style="text-align: left;">-        Buah kebenaran dan buah pelayanan<br />
</span><span style="text-align: left;">-        Ucapan  Syukur (Ibrani 13 : 15)<br />
</span><span style="text-align: left;">-        Membimbing orang untuk percaya kepada Yesus<br />
</span><span style="text-align: left;">-        Saling mengasihi (ayat 17)</span></p>
<p style="text-align: left;">Marilah kita menyambut dan menerima pilihan Tuhan Yesus dengan penuh ketaatan. Menyambut pilihan Tuhan memberi hasil  <strong>S U K A C I T A</strong>, sekalipun banyak tantangan dan penderitaan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Make   the  right  choice<br />
</strong><strong>Obey  the  Spirit’s   voice</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Ibu Cynthia  Tjandra</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gkketapang.org/pergi-dan-menghasilkan-buah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuaian memang Banyak Tetapi Pekerja Sedikit</title>
		<link>http://www.gkketapang.org/tuaian-memang-banyak-tetapi-pekerja-sedikit/</link>
		<comments>http://www.gkketapang.org/tuaian-memang-banyak-tetapi-pekerja-sedikit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 06:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Web admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Referensi Kotbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gkketapang.org/?p=1006</guid>
		<description><![CDATA[Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: &#8220;Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian” Matius 9 : 35 – 38 Referensi Kothbah 13 Mei 2012 Dalam sebuah cerita: Fritz Kreisler (1875-1962), seorang pemain biola dunia yang ternama.    Ia mendapat banyak uang melalui berbagai konser dan komposisi yang dibuatnya. Ia dikenal<br /><span class="read_more"><a href="http://www.gkketapang.org/tuaian-memang-banyak-tetapi-pekerja-sedikit/">Read more...</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: &#8220;Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian”</em></p>
<p align="center">Matius 9 : 35 – 38</p>
<p><em>Referensi Kothbah 13 Mei 2012</em></p>
<p>Dalam sebuah cerita: Fritz Kreisler (1875-1962), seorang pemain biola dunia yang ternama.    Ia mendapat banyak uang melalui berbagai konser dan komposisi yang dibuatnya. Ia dikenal seorang dermawan yang banyak menyumbangkan uangnya. Dalam sebuah perjalanan pulang, ia menemukan sebuah biola yang sangat indah. Ia ingin membeli biola tersebut tetapi uangnya tidak cukup karena ia baru saja menyumbangkan uangnya. Setelah mengumpulkan cukup uang, ia kembali menemui si penjual biola. Namun, ia sangat terkejut karena biola tersebut telah dibeli seorang kolektor. Kemudian, Kreisler menemui pemilik baru biola itu dan mengatakan bahwa ia ingin membeli biola tersebut. Sang kolektor mengatakan bahwa biola tersebut adalah harta berharga baginya, dan ia tidak bermaksud menjualnya. Merasa kecewa, Kreisler hendak meninggalkan rumah itu. Sebelum pergi ia berkata, “Bolehkah saya memainkan biola itu sebelum disimpan dalam kesunyian?”.  Ia diperbolehkan untuk memainkannya. Pemusik andal tersebut memainkan musik yang sangat indah sehingga menyentuh perasaan sang kolektor. “Saya tidak berhak menyimpan biola itu bagi diri saya sendiri,” katanya. “Biola ini milik Anda, Pak Kreisler. Bawalah, biarlah semua orang mendengarkan dan merasakan keindahan alunan musik darinya.” (sumber <a href="http://www.sabda.org/">www.<em>sabda.org</em></a>).</p>
<p>‘<em>Berita Injil atau kabar keselamatan bagaikan harmoni surga yang memesona’</em> <strong>bagaimana tidak</strong>? Kita semua adalah manusia berdosa dan upah dosa tidak main-main yaitu maut (Rom 3:23; 6:23). Tetapi Allah mengasihi manusia, hingga mau menganugerahkan Kristus untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan (I Petrus 2:24, Yohanes 3:16, Yoh 6:47). Inilah misi Allah bagi dunia , supaya siapa pun yang telah menerima kabar keselamatan ini, memiliki tugas menyampaikannya kepada orang lain agar mereka mengalami keindahan harmoni surga yaitu sukacita dan keselamatan dalam Kristus Yesus.</p>
<p><strong>Bagaimana kita menjadi bagian dari misi Allah?</strong></p>
<p><em>1.         </em><strong>Miliki belas kasihan Yesus</strong>. Makna kata “belas-kasihan” pada prinsipnya merupakan: rasa simpati terhadap penderitaan yang dinyatakan dengan tindakan untuk menolong.  Dalam Alkitab dikatakan, &#8220;…<em>tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala</em>.&#8221; Lelah disini mengandung pengertian satu kondisi hidup yang sedang dalam banyak persoalan. Sedang kata terlantar disini menggambarkan satu kondisi dimana mereka tidak berdaya untuk keluar dari persoalan secara fisik maupun rohani. Sudahkah kita memiliki belas kasihan kepada dunia/orang-orang yang sedang dalam antri menuju kebinasaan kekal dan tidak memiliki pengharapan? Sebagai orang yang telah dipanggil dan diselamatkan seharusnyalah kita memiliki belas kasihan-Nya. Jika belum memilikinya, mintalah <strong>‘</strong><em>Bapa..berikanlah hatiku belas kasihan-Mu terhadap jiwa-jiwa yang terhilang’<br />
</em><em>2.         </em><strong>Mulai bertindak segera</strong>. Dalam Mat 9:37-38 dikatakan, &#8220;…, <em>tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.&#8221; </em>Tindakan yang dapat kita lakukan melalui ayat ini:<em></em></p>
<ol>
<li><em>Jadilah pemberita Injil</em>. Tuhan Yesus ingin agar seluruh dunia mendengar Injil dan mereka akan mendengar kalau ada orang yang menyampaikannya. Tuaian yang begitu banyak memerlukan penuai-penuai yang siap diutus. Tuaian itu adalah orang-orang yang haus, lelah, dan terlantar dalam kehidupan jasmani dan rohani. Para penuai itu adalah Anda dan saya, bersediakah kita berkata,’<em>Tuhan aku berhutang jiwa dan memberitakan Injil adalah keharusan bagiku’</em><em> (1 K</em>orintus 9:16)</li>
<li><em>Jadilah pendoa syafaat bagi pekabaran Injil</em>, sehingga semakin banyak orang bersedia ambil bagian dalam pekabaran Injil dan oleh pekerjaan Roh Kudus semakin banyak mendapatkan keselamatan dalam Tuhan Yesus.</li>
</ol>
<p align="center">TIDAK ADA KABAR YANG LEBIH BAIK SELAIN INJIL,<br />
BERITAKANLAH DIMANA ENGKAU BERADA!</p>
<p align="center">Oleh:</p>
<p align="center"><strong>Relly  Rajagukguk</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gkketapang.org/tuaian-memang-banyak-tetapi-pekerja-sedikit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu</title>
		<link>http://www.gkketapang.org/percayalah-kepada-tuhan-yesus-kristus-dan-engkau-akan-selamat-engkau-dan-seisi-rumahmu/</link>
		<comments>http://www.gkketapang.org/percayalah-kepada-tuhan-yesus-kristus-dan-engkau-akan-selamat-engkau-dan-seisi-rumahmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2012 21:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Web admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Referensi Kotbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gkketapang.org/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Rasul 16 : 19 &#8211; 40 Referensi Kotbah 6 Mei 2012 Misi dan PI merupakan tugas dan tanggung-jawab setiap kita yang sudah diselamatkan. Gereja adalah duta  Allah di dalam dunia ini, sedemikian Misi dan PI, tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupan gereja. Semua usaha pembinaan yang dikerjakan dalam gereja, pelatihan, spiritual formation, selain bertujuan agar umat dapat mengenal Allah dan<br /><span class="read_more"><a href="http://www.gkketapang.org/percayalah-kepada-tuhan-yesus-kristus-dan-engkau-akan-selamat-engkau-dan-seisi-rumahmu/">Read more...</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><strong>Kisah Rasul 16 : 19 &#8211; 40</strong></p>
<p><em>Referensi Kotbah 6 Mei 2012</em></p>
<p>Misi dan PI merupakan tugas dan tanggung-jawab setiap kita yang sudah diselamatkan. Gereja adalah duta  Allah di dalam dunia ini, sedemikian Misi dan PI, tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupan gereja. Semua usaha pembinaan yang dikerjakan dalam gereja, pelatihan, spiritual formation, selain bertujuan agar umat dapat mengenal Allah dan bersekutu denganNya dalam setiap bidang kehidupannya, semua usaha tersebut harus bermuara pada Misi Allah, sebagai suatu pelayanan Tubuh Kristus yang telah diperlengkapi (bdg. Ef. 4:11 dst).</p>
<p>Menarik sekali bahwa panggilan Makedonia, sebagaimana yang dinyatakan Allah kepada Paulus pada malam hari, ternyata adalah panggilan yang secara praktis tertuju pertama sekali pada Lidia dan kemudian <em>seisi rumahnya</em>, lalu Kepala penjara dan berikutnya <em>seisi rumahnya</em>. Karena kenyataan itulah, maka tidak berlebihan jika kita menyebut misi tersebut sebagai misi kepada <em>keluarga-keluarga di Filipi</em>; yang pada gilirannya di kemudian hari menjadi <em>keluarga-keluarga yang misioner</em>. Sejak mereka mengalami keselamatan dari Tuhan melalui Paulus dan tim-nya, <em>Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami</em>  (2Kor.8:1-5).</p>
<p>Dengan kata lain, mereka menunjukkan tanda yang sangat jelas tentang keselamatan tersebut melalui keterlibatan mereka dalam menopang Paulus dan pelayanannya. Bukan hanya sesaat saja, tetapi terus menerus terlibat aktif dalam pelayanan-pelayanan kepada Tubuh Kristus juga (lihat. Rm. 15:26).</p>
<p>Ada  2  hal  yang  penting  untuk  diingat :</p>
<ol>
<li>Bagaimana keselamatan dapat sampai kepada seisi rumah?
<ol>
<li>Allah memakai orang-orang yang dipilihNya untuk menyampaikan Kabar Baik; baik melalui pertemuan yang biasa dan formal (bdg. Lidia di lokasi ibadah), maupun pertemuan yang khusus, dimana pembawa Kabar Baik harus ‘membayar harga’ yang tidak murah (bdg. Penderitaan Paulus dan Silas untuk menjangkau Kepala Penjara dan seisi rumahnya)</li>
<li>Mereka yang telah diselamatkan, menciptakan kesempatan agar seisi rumah dapat mendengarkan berita Injil ( Keselamatan bukan suatu hal yang otomatis diberikan kepada setiap keluarga dari seorang yang sudah percaya. Iman timbul dari pendengaran: Roma 10)</li>
<li>Menjadi saksi hidup/ surat yang terbuka di tengah-tengah keluarga. Kesaksian hidup jauh lebih kuat dari pada sekedar perkataan.</li>
</ol>
</li>
<li>Bukti keselamatan telah menjadi bagian keluarga adalah:
<ol>
<li>Keterlibatan/ iman yang aktif dari keluarga-keluarga dalam pelayanan gereja lokal – menghubungi rohaniwan gereja, memberi diri untuk melayani Tuhan dengan apa yang dimiliki saat ini (Karunia-karunia rohani, bakat-bakat/talenta untuk dikembangkan, keahlian-keahlian, dlsb.)</li>
<li>Kesinambungan pelayanan yang telah mereka mulai sejak diselamatkan: mereka memiliki kepedulian terhadap sesama orang percaya lintas budaya; memperhatikan dan mau terlibat dalam membantu sesama orang percaya, dan bahkan mereka yang belum percaya, sebagai pernyataan kasih Allah kepada dunia yang hilang ini     (bdg. 2 Kor. 8:1-5).</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-align: left;" align="center">
<p style="text-align: left;" align="center">“&#8230;jika kamu <em>mengaku </em>dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan,  dan <em>percaya</em> dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan  Dia dari antara orang mati, maka <em>kamu akan diselamatkan</em>.” (Roma 10:9)</p>
<p style="text-align: left;" align="center"> “…<em>aku</em> dan <em>seisi rumahku</em>, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15b)</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;" align="center"><strong>~ Pdt.  Albert Adam ~</strong></p>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gkketapang.org/percayalah-kepada-tuhan-yesus-kristus-dan-engkau-akan-selamat-engkau-dan-seisi-rumahmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berilah Dirimu Didamaikan Dengan Allah</title>
		<link>http://www.gkketapang.org/berilah-dirimu-didamaikan-dengan-allah/</link>
		<comments>http://www.gkketapang.org/berilah-dirimu-didamaikan-dengan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 06:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Web admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Referensi Kotbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gkketapang.org/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[II  Korintus  5 : 11 &#8211; 21 Referensi Kotbah 29 april 2012             Ketika hidup kita didamaikan oleh Allah, maka akan terjadi perubahan status yaitu : dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan, dari orang hukuman menjadi orang yang bebas, dari orang gelap menjadi terang. Rekonsiliasi dengan Allah terjadi dan berdampak rekonsiliasi dengan diri sendiri dan sesamapun harus terjadi.<br /><span class="read_more"><a href="http://www.gkketapang.org/berilah-dirimu-didamaikan-dengan-allah/">Read more...</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><strong>II  Korintus  5 : 11 &#8211; 21</strong></p>
<p style="text-align: left;"><em>Referensi Kotbah 29 april 2012  </em></p>
<p style="text-align: left;">          Ketika hidup kita didamaikan oleh Allah, maka akan terjadi perubahan status yaitu : dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan, dari orang hukuman menjadi orang yang bebas, dari orang gelap menjadi terang. Rekonsiliasi dengan Allah terjadi dan berdampak rekonsiliasi dengan diri sendiri dan sesamapun harus terjadi. Kita yang sudah didamaikan Allah harus menyadari bahwa hidup kita bukan lagi milik kita melainkan milik Tuhan. Jika kita adalah milik Tuhan maka hidup kita haruslah hidup yang menyenangkan <em>Sang Pemilik</em>, memuliakan Dia dan mengerjakan hal-hal yang disukaiNya.</p>
<p style="text-align: left;">           Berikut ini adalah hal-hal yang dapat kita pelajari  :</p>
<p style="text-align: left;"><strong>1.  Pandanglah  Kepada Tuhan Yesus  Bukan Kepada Manusia (ayat 11-13)</strong></p>
<p style="text-align: left;">Melakukan  pelayanan  di dunia  hendaklah kita sadari  bahwa fokus perhatian  dan pelayanan kita  harus kepada Yesus Kristus, bukan kepada manusia. Karena Dialah yang  akan memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan dan memberikan kekuatan dalam menanggung beban dari pelayanan itu. Inilah waktunya untuk mengalihkan fokus perhatian  dan pelayanan kita dari diri kita sendiri kepada Yesus. Jika kita menaruh perhatian kepada apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib maka kita akan lebih bersungguh dalam melayani Tuhan, meskipun dalam pelayanan kita menemukan banyak kesulitan.</p>
<p style="text-align: left;"> <strong>2.    Hidup Bukan Untuk Diri Sendiri (ayat 14-15 )</strong></p>
<p style="text-align: left;">Kehidupan adalah anugerah Allah bagi manusia dan juga bagi gerejaNya. Hidup adalah kesempatan untuk berkarya. Hidup bukan hanya sekedar menjalani hari-hari sampai kematian menjemput. Makna hidup ditandai dengan seberapa banyak hasil karya yang dapat dilakukan. Kehadiran gereja dan kehadiran orang percaya dirasakan dengan seberapa banyak hasil karya yang sudah dilakukannya. Berkarya bagi Tuhan tidak selalu diartikan sebagai bentuk pelayanan yang sempit, hanya terbatas pada pelayanan di dalam gereja saja. Berkarya bagi Tuhan berarti melakukan aktivitas yang menghasilkan kemuliaan bagi nama Tuhan.</p>
<p style="text-align: left;"> <strong>3.     Perubahan Hidup ( ayat 16-17 )</strong></p>
<p style="text-align: left;">Paulus meminta mereka untuk menunjukkan citra diri sebagai orang yang sudah diciptakan baru yaitu: Membuang dusta dan berkata yang benar, bila marah tapi jangan berbuat dosa dengan kemarahan yang membabi buta dan berkepanjangan ; para pencuri tidak boleh mencuri lagi tapi harus bekerja keras bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan tapi bisa memberi kepada orang lain yang berkekurangan, berkata-kata yang baik untuk membangun pendengar bukan sebaliknya berkata-kata kotor, yang mendukakan Roh Kudus, membuang segala kepahitan, kegeraman yaitu emosi yang meletup-letup,  pertikaian yaitu beda pendapat sampai naik pitam dan berteriak-teriak, fitnah yaitu berbicara jahat tentang seseorang sampai merugikan nama baiknya dan segala kejahatan, sebaliknya diminta bersikap ramah, Serta kasih seperti Kristus. Marilah kita berikan bukti  kehidupan kristen yang indah , seperti orang melihat keindahan  kupu-kupu yang berwarna –warni   bukan sebaliknya   seperti melihat ulat, yang membuat orang merasa jijik dan geli.</p>
<p style="text-align: left;"> “ Damai dengan Allah, damai dengan diri dan damai dengan sesama.”</p>
<p style="text-align: left;"> Oleh  :</p>
<p style="text-align: left;" align="center"><strong>Pnt.K. Lily Esther</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gkketapang.org/berilah-dirimu-didamaikan-dengan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Pembinaan Iman Jemaat</title>
		<link>http://www.gkketapang.org/seminar-pembinaan-iman-jemaat/</link>
		<comments>http://www.gkketapang.org/seminar-pembinaan-iman-jemaat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 06:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Web admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gkketapang.org/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah Allah yang kita percaya ? Apakah ada yang lain ? Apakah Allah sama dengan yang lain ? Temukan jawabannya pada &#8220;Seminar Pembinaan Iman Jemaat God and gods&#8220; Sabtu, 12 Mei 2012, Pukul 08.30 &#8211; 11.00 Tempat : Gereja Kristus Ketapang, Ruang Yakobus Pembicara : Pdt. Dr. Agus Santoso (Universitas Heidelberg Jerman) Tidak di pungut biaya !!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-974" title="Seminar Pembinaan Jemaat GKK" src="http://www.gkketapang.org/wp-content/uploads/2012/04/seminarlarge.jpg" alt="" width="960" height="1440" /></p>
<p>Siapakah Allah yang kita percaya ?<br />
Apakah ada yang lain ?<br />
Apakah Allah sama dengan yang lain ?</p>
<p>Temukan jawabannya pada <strong>&#8220;Seminar Pembinaan Iman Jemaat <span style="color: #ff0000;">God and gods</span>&#8220;</strong><br />
Sabtu, 12 Mei 2012, Pukul 08.30 &#8211; 11.00<br />
Tempat : Gereja Kristus Ketapang, Ruang Yakobus<br />
<strong>Pembicara : Pdt. Dr. Agus Santoso (Universitas Heidelberg Jerman)</strong></p>
<p>Tidak di pungut biaya !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gkketapang.org/seminar-pembinaan-iman-jemaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

