Doaku Untuk Bangsaku

Referensi Kotbah 17 Februari 2019

I Timotius 2 : 1 – 7
Tidak terasa 59 hari lagi, tepatnya 17 April 2019 bangsa Indonesia bersiap untuk pesta demokrasi rakyat yang dilakukan secara serentak untuk Pemilihan Presiden (PilPres) berbarengan dengan Pemilihan Legislatif (PiLeg) yang terdiri dari 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi dan 17.610 anggota DPRD kota /kabupaten yang diusung oleh 16 partai yang mempertarungkan para calonnya ditambah 4 partai daerah yang khusus bertarung di Aceh.
Tak bisa dipungkiri, semakin dekat pelaksanaan Pipres dan PiLeg 2019 suasana politik terasa cukup panas dan maraknya hoax membuat kita kadang bingung mana berita yang benar dan mana yang hoax. Sebagai warga negara sekaligus warga gereja, bagaimana sikap kita? Martin Luther pernah berkata: “Menjadi orang Kristen tanpa doa adalah sama tidak mungkinnya dengan hidup tanpa bernafas” (To be a Christian without prayer is no more possible than to be alive without breathing).
Hal ini jugalah, yang Paulus tekankan kepada Timotius dalam perikop ini tentang pentingnya doa. Supaya jemaat, tidak hanya berdoa untuk kepentingan pribadi tetapi untuk semua orang dan para pemimpin. Mengapa?? karena kondisi jemaat di Efesus pada waktu itu adalah :
1) jemaat sedang menghadapi ajaran-ajaran sesat/menyimpang yg berasal dari beberapa jemaat itu sendiri.
2) jemaat sering mengalami penganiayaan dan penindasan dari pemimpin pada waktu itu. Oleh karena itu, Paulus menekankan pentingnya berdoa supaya jemaat bisa hidup dengan tenang dalam segala kesalehan dan kehormatan dan inilah yang baik dan berkenan kepada Allah, ay 2,3
Menjadi pertanyaannya, pokok doa seperti apa yang kita naikkan? Jujur, umumnya yang kita doakan adalah kesehatan, pergumulan dan Tuhan memberkati kita. Tetapi di dalam teks ini, kita diingatkan supaya dalam doa-doa kita :
1. Menaikkan syukur untuk semua orang, termasuk pemerintah, ay 1,2. Tidak dijelaskan dalam teks ini, mengucap syukur dalam situasi apa, susah atau senang?

Artinya, apapun kondisi semua orang termasuk pemimpin /pemerintahan seperti lingkungan masyarakat, pekerjaan, gubernur, presiden dll. Kita harus menaikkan syukur untuk mereka, dalam segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan menaikkan syukur, umat Tuhan sesungguhnya sedang diajar untuk peduli dan menghargai semua orang, seperti Tuhan mengasihi mereka. Maukah Anda, di dalam doamu menaikkan syukur untuk semua orang termasuk pemerintahan??
2. Berdoa untuk keselamatan semua orang, termasuk pemerintah, ay 4-7. Kerinduan Allah supaya semua manusia memperoleh keselamatan sehingga tidak ada seorangpun binasa. Sehingga Allah yang esa itu, menyediakan pengantara antara manusia dengan Allah yaitu Tuhan Yesus mati dikayu salib menjadi tebusan bagi semua manusia. Bagi kita umat Tuhan, yang sudah mengetahui dan menerima keselamatan, apakah kerinduan Allah ini menjadi kerinduan kita? Mari dgn setia berdoa untuk keselamatan semua orang, supaya yang belum percaya kepada Tuhan Yesus dengan cara Tuhan menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadinya. Sehingga Indonesia di dalam waktunya Tuhan, akan terjadi semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya.
3. Berdoa untuk semua orang dan pemerintah untuk memperoleh pengetahuan akan kebenaran’, ay 4. Kehendak Tuhan ini bagaikan kepingan uang logam yang memiliki 2 sisi yang tidak terpisahkan ,’..supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.’ Pentingnya bagi orang percaya untuk memproleh pengetahuan akan kebenaran karena hubungan kita dengan Sang Juru Selamat bukan sekedar diselamatkan untuk masuk surgá, namun kita harus memiliki iman yang bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan sehingga kita mengetahui dan melakukan kebenaran karena Tuhanlah kebenaran itu sendiri. Bagaimana dengan mereka yang belum percaya Tuhan? Inilah menjadi tugas dan tanggung jawab kita, untuk mendoakan semua orang termasuk pemimpin supaya Tuhan sumber kebenaran memberi kegelisahan hati, ketika tidak melakukan kebenaran. Tuhan menganugerahkan hikmat, kepekaan dan kemampuan untuk mengetahui dan melakukan kebenaran. Sehingga para para pemimpin kita, di dalam anugrah Tuhan akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dgn baik dan benar maka terciptalah kesejahteraan dan keadilan sosial. Otomatis ini akan berdampak bagi kehidupan umat Tuhan dapat hidup tenang dan tentram di tengah-tengah bangsa yang majemuk dan dinamis ini. Menjadi pertanyaannya, maukah Anda dalam doamu supaya semua orang termasuk pemimpin untuk memperoleh pengetahuan akan kebenaran?

Betapa indahnya ketika anak-anak Tuhan berdoa, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi mulai setia berdoa untuk semua orang termasuk para pemimpin sehingga akhirnya akan membawa pemulihan, kesejahteraan dan keselamatan bangsa Indonesia.
Doa: Ya Tuhan Yesus, berikan aku anugerah, hati yang mengasihi semua orang dan para pemimpin seperti Engkau mengasihi mereka. Amin

Tak ada pemimpin di luar anugerah Allah
Ketika orang benar berdoa;
Karena ketika anak-anak Allah bersyafaat,
Tuhan akan melakukan rancangan-Nya. —D. De Haan

~ Pnt.K. Relly Rajagukguk ~