“DOA DAN PUJIAN DITENGAH KESUKARAN”

 

Referensi Kotbah 21 Oktober 2018

Kisah Para Rasul 16 : 25 – 26

Kita patut selalu bersyukur kepadaTuhan, apapun yang terjadi dalam hidup ini. Saat ini, jikalau kita bisa berdoa dan memuji Tuhan dengan penuh khidmat, bersama keluarga dan saudara seiman di Gereja Kristus Ketapang dan pos-pos GKK, bahkan bersama seluruh orang percaya di muka bumi, itu semua hanya karena kasih dan anugerah Tuhan Yesus Kristus kepada kita umat-Nya.

Rasul Paulus dan Silas pun berdoa dan memuji Tuhan walau di dalam situasi yang tidak mudah, di dalam penjara, (tepatnya ‘penjara bawah tanah’ menurut Matthew Henry): Dipenjarakan di kota Filipi tanpa proses pengadilan, dipermalukan di depan umum, pakaian dilucuti, tubuh didera/cambuk berkali-kali (ayat 22-23).
Mengapa Paulus dan Silas dipenjarakan? Karena mereka memberitakan Injil Kristus Yesus, tepatnya ketika Paulus mengusir roh tenung dari seorang hamba perempuan yang mana dari tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar (ayat 16-18). Tuan-tuan hamba perempuan petenung inilah yang membawa Paulus dan Silas kepada pembesar-pembesar kota supaya dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan sebagai pengacau (19-20).

Apa yang terjadi di dalam penjara?
– Di waktu tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan memuji Tuhan sementara orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka memuji Tuhan (ayat 25).
– Alkitab tidak mencatat bagaimana mereka berdoa, jenis lagu apa yang mereka nyanyikan? Posisi mereka dalam keadaan kaki terpasung, punggung penuh luka yang sangat menyakitkan akibat cambukan berkali-kali.

– Terjadi gempa bumi yang hebat, sendi-sendi (BIS: pondasi) penjara goyah, semua pintu terbuka, semua belenggu terlepas (BIS: rantai-rantai yang membelenggu semua orang tahanan pun terlepas). Tetapi semua tahanan tidak ada yang kabur ( 26 – 28).

Doa dan pujian mendatangkan kuasa Tuhan dengan terjadinya gempa bumi, juga berdampak kepada:
– Kepala penjara tidak jadi bunuh diri, karena Paulus menenangkannya dan melayaninya (ayat 27)
– Kepala penjara dan keluarganya percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dibaptis, membasuh bilur Paulus dan Silas dan menjamu mereka (ayat 31-34).

Tuhan dapat memanifestasikan kuasa-Nya melalui Doa dan Pujian yang dipanjatkan orang-orang percaya, yaitu kepada mereka yang taat, dengar-dengaran akan suara Tuhan (ayat 9-10).

~ Pdt. Daniel Lie ~