DIPANGGIL MENJADI TERANG

Referensi Kotbah 19 Januari 2020

Yesaya 49 : 1 – 7

Nubuatan Yesaya dalam nas hari ini, sebagaimana biasanya suatu nubuatan yang berkaitan dengan rencana penyelamatan manusia, memiliki dua penggenapan: Yang pertama dalam kehidupan Israel sendiri dan yang kedua secara khusus berkenaan dengan Pribadi Juruselamat, Kristus Yesus, Sang Terang yang sejati (Yoh. 1:4, 5, 9). Israel sebagai bangsa pilihan Allah, ditetapkan untuk menjadi “terang” yang melalui mereka orang-orang yang hidup dalam kegelapan, tanpa pengenalan akan Allah yang benar, akan mengenal Allah yang sejati, TUHAN semesta alam. 700 tahun sesudah nubuatan Yesaya, Terang yang sejati itu turun ke dalam dunia, tinggal, “berkemah” di antara manusia (Yoh. 1:14, ‘tabernacled among us’).

Bukan hanya orang non-Israel yang membutuhkan keselamatan. Israel yang disebut sebagai umat TUHAN pun, membutuhkan keselamatan melalui pengampunan dosa, yang dimungkinkan melalui karya Kristus, pengurbanan-Nya di salib. Karya keselamatan Allah Tritunggal di dalam dan melalui Kristus Yesus, memungkinkan semua suku, kaum, bahasa dan bangsa datang kepada-Nya, mengambil bagian dalam Perjanjian Keselamatan melalui darah-Nya yang tercurah itu.
Ia yang dulu dihina, ditolak, diabaikan, kini menjadi pokok pujian, penghormatan, penyembahan. Semua orang besar kecil dari berbagai latar belakang, akan sujud menyembah dan mengaku bahwa Ia adalah TUHAN, Raja di atas segala raja.
Sebagai Gereja Tuhan, kita juga disebut “Terang dunia”:
“Kamu adalah terang dunia….hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.” (Mat. 5:14, 16)
Sama seperti Israel dipilih Tuhan menjadi alat-Nya, demikian saat ini Gereja-Nya dipilih dan ditetapkan Allah menjadi saksi-Nya, membawa ‘terang-Nya’ ke dalam dunia ini, supaya melalui kesaksian gereja-Nya, dunia dapat mengenal Allah dan datang kepada-Nya, menerima-Nya dan memuliakan nama-Nya. Gereja diutus ke dalam dunia untuk menjalankan Misi Penyelamatan-Nya, memanggil sebanyak mungkin yang telah dipilih-Nya sebelum dunia dijadikan. Sama seperti Kristus – Sang Terang – mengalami penghinaan, penolakan, olokan, demikian kita tidak menjadi lemah karena semua itu, sebaliknya kita semakin diteguhkan karena dianggap layak untuk menderita bagi Kristus.
Memasuki tahun 2020 ini, sedah selayaknya kita semua mengambil waktu sejenak, mengevaluasi kembali diri kita di hadapan-Nya, berdasarkan Firman Tuhan hari ini:
• “Apakah kita bertumbuh dalam melaksanakan Misi Penyelamatan yang Allah embankan kepada kita masing-masing?”
• “Apakah kita mengambil bagian dalam sukacita surgawi setiap ada orang yang datang pada Yesus dan diselamatkan?”
• “Maukah kita meningkatkan komitmen misi kita di tahun 2020 ini, dengan lebih giat memperlengkapi diri untuk pekerjaan misi dan terlibat dalam berbagai cara dalam pelayanan misi Allah?
Mari kita maju bersama sebagai Gereja-Nya, umat yang dikasihi-Nya, menerangi dunia ini.
Doa: Terimakasih ya Tuhan, kami boleh disebut sebagai ‘terang dunia’. Tolong kami mewujud-nyatakan ‘terang Kristus’ melalui sikap hidup, tutur-kata dan perbuatan kami sebagai utusan-Mu di tengah dunia ini, juga dalam menopang mereka yang Engkau utus ke ladang-Mu.” Amin!

~ Pdt. Albert Adam ~