Category Archives: Uncategorized

MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN DENGAN MEMOHONKAN PEMULIHAN-NYA

Referensi Kotbah 22 Desember 2019

Mazmur 80, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul “Doa Untuk Keselamatan Israel”. Mazmur ini merupakan doa yang dinyanyikan. Dari Mazmur ini kita melihat banyak hal, tiga di antaranya ialah:
1. Israel pada saat itu sedang dalam kesulitan dan penderitaan yang sangat besar.
Ayat 3 dan 4 : “Ya Tuhan datanglah untuk menyelamatkan kami. Ya Allah, pulihkanlah kami.
Ayat 7 : “Engkau membuat musuh-musuh kami mengolok-olok kami”

2. Kesulitan dan penderitaan yang Israel alami, karena kesalahan mereka, sehingga Tuhan murka dan menghukum mereka.
Ayat 5:“Ya Tuhan, berapa lama lagi murka-Mu menyala-nyala.”
Ayat 13:“Mengapa Engkau melanda temboknya ?”.
Maksudnya, Tuhan menghancurkan tembok kota Yerusalem. Read more

Kepeminpinan Paulus : Serius Tetapi Tidak Tegang

Referensi Kotbah 23 Februari 2014

I Korintus 15 : 8 – 11

Apa yang dapat kita katakan tentang Paulus dan kepemimpinannya? Sudah begitu banyak buku ditulis tentang topik ini. Sebelum Paulus menjadi alat Tuhan, ia sudah menjadi seorang pemimpin yang ambisius: ia bercita-cita memurnikan agamanya. Ia tidak ragu memakai kekerasan demi mencapai tujuannya. Di bawah pimpinannya, sekelompok orang dikerahkan untuk mencari dan “merehabilitasi” mereka yang tergoda mengikut ajaran Kristus, yang saat itu dikenal sebagai aliran ‘Jalan Tuhan’.

Pertemuan Paulus dengan Tuhan Yesus kemudian mengubah seluruh jalan hidupnya sebagai seorang pemimpin. Ia sempat menarik diri dari banyak orang dan pergi ke suatu tempat di mana ia dipersiapkan Tuhan untuk memasuki tugas barunya (baca Gal. 1:11-2:9). Proses persiapan tersebut memerlukan waktu lebih-kurang 10 tahun, sebelum akhirnya ia dijemput oleh Barnabas untuk melayani di Antiokhia dan dari tempat pelayanan di Antiokhia itu mereka berdua diutus melakukan perjalanan misi berdasarkan penyataan Roh dalam ibadah doa-puasa jemaat (Kis. 11:25, 12:25, 13:2,3). Itulah awal terjadinya pelayanan misi yang menjadi latar belakang Paulus menuliskan berbagai surat yang saat ini menjadi bagian dari Alkitab kita.

Jika kita memperhatikan kehidupan dan pelayanan Rasul Paulus, kita akan melihat dengan jelas bagaimana seriusnya ia menjalankan kehidupannya itu dan tugas-tugas yang diterimanya dari Tuhan. Berkaitan dengan kehidupannya, ia serius dengan pertobatan dan pertumbuhan rohaninya. Berkaitan dengan pelayanannya, ia serius dengan tugas-tugas yang diterimanya dari Tuhan.

Ketika Paulus menulis kepada Timotius, “Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru” (2Tim. 1:11), ia sudah tua dan mendekati akhir hidupnya. Nas ini menjelaskan bagaimana akhirnya Paulus memahami dirinya dalam kaitannya dengan tugas-tugas yang ia terima dari Tuhan. Paulus adalah seorang pemberita Injil yang gigih dan ulet; seorang rasul yang istimewa dan tidak kenal lelah, tidak pernah menyerah; seorang guru yang sungguh memahami apa yang ia ajarkan.

Untuk menjalankan tugas yang telah diterimanya dari Kepala Gereja, ia tidak pernah memandang rendah tugas-tugas tersebut atau memandang ringan pelaksanaan tugas-tugas mulia tersebut. Sebaliknya ia telah bekerja sangat keras (1Kor. 15:10) untuk dapat menjalankan setiap bagian tugas tersebut. Paulus berkata, “Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku …” (Kis. 20:24).

Beberapa nas yang ditulis Paulus memberikan kesan kuat kepada kita bahwa Paulus bukan hanya sekedar pemberita Injil, bukan sekedar rasul, bukan sekedar guru, tetapi juga seorang pemimpin sejati. Ia berkata:
• “Turutilah teladanku.” (1 Kor.4:16)
• “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” (1 Kor.11:1)
• “Engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara….” (2 Tim 3:10-11).
Semua itu menunjukkan Paulus benar-benar memiliki kesadaran yang tinggi akan kehidupannya yang sudah digumuli, matang, dan siap menuntun orang lain ke arah yang ia tuju juga. Itulah pemimpin yang sejati! Ia serius dengan semua itu, tidak sedikitpun ia membiarkan dirinya keluar dari jalur dengan bersantai-santai dan berkompromi dengan kesenangan dunia ini.

Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan kepemimpinan Paulus ini? Pertama, Allah membentuk pemimpin-pemimpin rohani dan menyertai mereka. Dari sisi para pemimpin ini, mereka mengikuti pimpinan Tuhan dan serius dalam pembentukan mereka sebagai manusia rohani dengan berpegang pada Firman Tuhan. Kedua, Allah memakai mereka ketika mereka memberi diri untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan bersandar dan peka kepada tuntunan-Nya. Ketiga, Paulus serius dalam mempersiapkan generasi yang akan menggantikannya.

Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk memiliki kesungguhan seperti yang dimiliki Paulus untuk mengikut-Mu, meneladani-Mu dan menjadi saksi-Mu. Amin!
~ Bp. Albert Adam ~

 

Meneropong Gereja FILADELFIA: Dahsyatnya Tekun Dalam Firman

Referensi Kotbah 10 November 2013

Wahyu 3 : 7 – 13

Satu hal yang sangat menonjol yang kita saksikan dari jemaat Filadelfia adalah penilaian sangat baik yang diberikan Tuhan kepada Jemaat ini. Tidak seperti jemaat Tuhan lainnya (kecuali jemaat Smirna), sama sekali tidak ada celaan maupun kecaman yang Tuhan sampaikan dalam surat kepada jemaat ini; yang ada hanya pujian semata. Mengapa jemaat Filadelfia mendapat penilaian yang demikian baik dari Tuhan?

Sebagaimana yang Tuhan sendiri katakan dalam ayat 8 (“Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa…”), jemaat Filadelfia sesungguhnya adalah jemaat yang kecil dan lemah. Seperti kebanyakan jemaat Tuhan, mereka mengalami kesusahan yang sangat berat. Dalam keterbatasan mereka, mereka diperhadapkan kepada satu kekuatan besar yang disebut Tuhan sebagai jemaah Iblis, yaitu orang-orang yang berbohong dengan mengaku-ngaku sebagai “Yahudi tapi sebenarnya tidak demikian” (ay. 9). Orang-orang ini menekan, membenci, dan memusuhi mereka karena pengakuan iman jemaat bahwaYesus adalah Mesias. Mereka ini menganggap bahwa pengakuan iman yang demikian itu adalah dosa penghujatan kepada Allah.

Kelihatannya memang tidak seimbang. Mereka yang kecil dan lemah menghadapi pencobaan yang begitu berat. Namun ternyata mereka tetap kuat. Mereka tetap taat kepada Firman Tuhan dan setia dalam iman mereka. Mereka juga tetap hidup seturut dengan Firman Tuhan dan tidak sekalipun mereka menyangkal nama Tuhan Yesus (ay. 8). Karena itulah Tuhan memuji mereka dan berkenan memberkati mereka. Sebagaimana ditegaskan Tuhan dalam surat-Nya kepada jemaat Filadelfia, Tuhan berjanji bahwa Ia akan menyerahkan orang-orang yang mengaku Yahudi itu kepada mereka (ayat 9), Ia akan melindungi mereka dari pencobaan besar yang akan datang (ayat 10), dan akan memberi kehormatan yang besar kepada mereka (ayat 12).

Menyaksikan teladan hidup yang begitu luar biasa dan bagaimana penilaian yang diberikan Tuhan kepada jemaat ini, tidak mengherankan jika ada penafsir yang berkata bahwa jemaat Filadelfia merupakan jemaat yang ideal yang sungguh layak diteladani. Demikianlah setiap jemaat Tuhan, termasuk kita di sini, dipanggil dan dikehendaki Tuhan untuk menjadi seperti jemaat Filadelfia.

 

~ Pdt. Devy Thio ~

Meneropong Gereja Sardis: Bangun dari Tidur Rohani

Referensi Kotbah 3 November 2013

Wahyu 3 : 1 – 6

Sardis adalah ibukota Kerajaan Lidia di Asia Kecil yang pernah sangat terkenal sebagai kota dagang yang aktif dan sangat kaya. Tetapi, kehidupan yang mudah dan tingkat kemakmuran yang tinggi membuat mereka menjadi malas dan lalai. Kota ini dibangun agar menjadi tempat yang aman – di tepi bukit terjal, di atas lembah Hermus yang luas – tetapi dua kali kota itu jatuh ke tangah musuh dengan cara yang sama : musuh datang pada malam hari di saat tak ada yang berjaga. Kondisi jemaat Sardis sendiri setali dua uang dengan masyarakatnya.

Dari aktivitas mereka, jemaat Sardis kelihatan baik-baik saja, tetapi mati secara rohani (ay. 1b, bnd. Kej. 2:17). Dengan kata lain, mereka melakukan banyak kegiatan “pelayanan” tetapi sesungguhnya hidup kerohanian mereka jauh terpisah dari Tuhan. Mengapa Tuhan memakai kata yang begitu ekstrem dan mengatakan bahwa mereka “mati”? Ada beberapa sebab:

1. Ay. 2b: “Tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.”
Kata “sempurna” di sini mempunyai arti “memenuhi” atau “lengkap”. Walaupun mereka terlihat sibuk, namun di hadapan Allah ternyata apa yang mereka sibuki bukanlah apa yang Tuhan kehendaki.

2. Ay. 4a : “Ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya.”

Dari penggunaan kata “ada” kita bisa menyimpulkan bahwa mayoritas jemaat di Sardis telah “mencemarkan pakaian” mereka, atau terbiasa hidup dengan berbagai dosa dan merasa nyaman, tidak ada yang salah dengan gaya hidup yang demikian. Dosa dan “pelayanan” mereka hidupi secara bersamaan.

3. Gaya hidup jemaat tidak ada bedanya dari gaya hidup penduduk Sardis yang bergelimang harta dan mengutamakan kenyamanan hidup.

Dalam situasi jemaat gereja Sardis yang sedemikianlah Tuhan memperingati dan menasihati gereja-Nya ini agar :

1. Waspada, tidak lagi membiarkan diri dininabobokan oleh kenyamanan hidup. Mereka perlu berjaga-jaga karena kedatangan Kristus yang tidak terduga bagaikan pencuri di waktu malam. Mereka juga perlu mengobarkan kembali nyala api yang hampir padam di tengah-tengah mereka, kembali melayani Tuhan dengan sikap hati yang berkenan kepada Tuhan.

2. Mengingat kembali kebenaran Firman Tuhan yang pernah diajarkan kepada mereka, menuruti Firman itu dalam hidup mereka sehari-hari, serta bertobat dari semua dosa yang telah menjadi gaya hidup mereka.

Bagi jemaat yang menaati peringatan dan nasihat ini, Tuhan menjanjikan bahwa mereka akan menikmati hidup sebagai orang-orang yang berkemenangan, hidup bersama Kristus dalam kehidupan yang kudus di dalam kekekalan. Jadi, melalui perikop ini, kita diajarkan bahwa bukan kesibukan dan banyaknya kegiatan pelayanan yang menjadi ukuran kerohanian kita dan kesehatan gereja kita, melainkan bagaimana kehidupan rohani yang otentik dan bugar mendasari setiap jengkal kehidupan dan kesibukan kita, di dalam maupun di luar gereja, yang dilihat maupun tak dilihat orang.

 

~ Pdt. Widianto Yong ~

 

PEMBINAAN PRANIKAH SEPTEMBER – NOPEMBER 2013

Apakah Pembinaan Pra Nikah itu?

Pembinaan Pranikah merupakan pembinaan yang WAJIB diikuti oleh pasangan-pasangan yang akan menikah di GKK, dimana bagian ini memiliki visi dan misi yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Family Ministries, yaitu membantu mempersiapkan jemaat untuk memasuki kehidupan pernikahan ilahi yang berkenan kepada Tuhan. Kegiatan dilaksanakan 2X dalam setahun, yaitu di Bulan Maret – April dan September – Nopember, masing-masing selama kurang lebih 11/2 bulan. Kelas pembinaan ini ditujukan bagi yang akan menikah minimal 1 tahun ke depan. Read more

Pembinaan Pranikah Maret – April 2013

Apakah Pembinaan Pra Nikah itu?

Pembinaan Pranikah merupakan pembinaan yang WAJIB diikuti oleh pasangan-pasangan yang akan menikah di GKK, dimana bagian ini memiliki visi dan misi yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Family Ministries, yaitu membantu mempersiapkan jemaat untuk memasuki kehidupan pernikahan ilahi yang berkenan kepada Tuhan. Kegiatan dilaksanakan 2X dalam setahun, yaitu di Bulan Maret – April dan September – Nopember, masing-masing selama kurang lebih 11/2 bulan. Kelas pembinaan ini ditujukan bagi yang akan menikah minimal 1 tahun ke depan.

Apa saja yang dapat diperoleh dalam Pembinaan Pra Nikah? Read more