Category Archives: Referensi Kotbah

BUKAN YESUS YANG KU KENAL

Referensi Kothbah 23 Feb 2020

Matius 17 : 1 – 9

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” adalah sebuah pertanyaan dari Yesus kepada Petrus (Mat 16:15) yang kemudian dijawab dengan begitu meyakinkan oleh Petrus dan mendapatkan pujian daripada Yesus karena Bapa di Sorga menyatakan hal tersebut kepadanya (16:17). Namun jawaban yang begitu mantap tersebut menyisakan pertanyaan apakah Petrus sungguh-sungguh memahami apa yang disebutkannya? Karena saat Yesus menyatakan akan penderitaan yang akan ditanggungnya (16:21), Petrus malah melarang Yesus dan Yesus harus menegur Petrus karena tidak memahami apa yang menjadi rencana Allah. Petrus hanya melihat sosok Mesias yang penuh kejayaan duniawi, dan dia tidak dapat benar-benar memahami arti Mesias yang sedang dijalankan Yesus yang harus menebus manusia. Read more

MENOLAK IBADAH SEMU

Referensi Kotbah 09 Februari 2020
Yesaya 58 : 1 – 12

Ibadah, walaupun sudah berulang kali kita mendengar dan melakukannya, tidak sedikit dari kita yang keliru dalam melaksanakannya atau melupakan hakikat ibadah yang benar di hadapan TUHAN. Bukan hanya bagi kita yang hidup pada masa kini, yang menghadapi lebih banyak gangguan dari pada orang-orang pada masa lalu. Umat Tuhan pada masa lalupun bergeser dari prinsip-prinsip ibadah yang benar. Umat TUHAN pada masa Yesaya telah kehilangan pengertian yang benar tentang ibadah. Fokus mereka dalam beribadah bukan lagi TUHAN, tetapi kepentingan mereka. Ibadah mereka sangat egosentris, berpusat pada diri sendiri. Mereka suka berselisih, melakukan kekerasan pada sesama, bahkan bertengkar dengan sesamanya saat menjalankan ibadah, demi mencapai tujuan mereka (ay. 3b-6a). Read more

PERUBAHAN HIDUP

Referensi Kotbah 02 Februari 2019
Mikha 6 : 1 – 8

Dalam perikop firman Tuhan ini, nabi Mikha menggunakan bahasa legal untuk menggambarkan suatu “adegan” pengadilan, yaitu TUHAN sedang menghakimi Israel. Mikha 6:1, “Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu!” Kata “pengaduan” dalam bahasa Inggris “contend,” “riyb” dalam bahasa Ibrani memiliki arti istilah legalnya: “menghakimi” (to judge).
Ada dua pertanyaan dari TUHAN kepada umat Israel: Read more

DIPANGGIL MENJADI TERANG

Referensi Kotbah 19 Januari 2020

Yesaya 49 : 1 – 7

Nubuatan Yesaya dalam nas hari ini, sebagaimana biasanya suatu nubuatan yang berkaitan dengan rencana penyelamatan manusia, memiliki dua penggenapan: Yang pertama dalam kehidupan Israel sendiri dan yang kedua secara khusus berkenaan dengan Pribadi Juruselamat, Kristus Yesus, Sang Terang yang sejati (Yoh. 1:4, 5, 9). Israel sebagai bangsa pilihan Allah, ditetapkan untuk menjadi “terang” yang melalui mereka orang-orang yang hidup dalam kegelapan, tanpa pengenalan akan Allah yang benar, akan mengenal Allah yang sejati, TUHAN semesta alam. 700 tahun sesudah nubuatan Yesaya, Terang yang sejati itu turun ke dalam dunia, tinggal, “berkemah” di antara manusia (Yoh. 1:14, ‘tabernacled among us’). Read more

BAPTISAN YESUS

Referensi Kotbah 12 Januari 2020

Matius 3 : 13 – 17

Apa itu Baptisan dan Baptisan YESUS seperti apa dan apa yang di maksudkan? Ada baiknya kita kilas balik kelas katekisasi seperti Katekisasi Heidelberg :
BaptisanKudus Minggu XXVI
69. Kita diingatkan dan diyakinkan dalam Baptisan Kudus dengan Kristus telah menetapkan permandian lahiriah ini, disertai janji.(Kis 2:38; Mat 28:19;I Pet 3:21)
70. Dengan dibasuh dengan DARAH KRISTUS dan ROH KUDUS, kita mendapat pengampunan dosa dari TUHAN, berdasarkan rahmat, karena DARAH KRISTUS yang telah ditumpahkan-NYA bagi kita dengan pengurbanan-NYA pada kayu salib.(I Yoh 1:7)
71. KRISTUS berjanji mau membasuh kita dengan darah dan Roh-NYA dalam penetapan Baptisan, yang berbunyi sebagai berikut, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS“ (Mat 28:19;Why 1:5; Gal 3:27).
Jadi baptisan merupakan tanda kepemilikan atau melambangkan bahwa kita telah mati terhadap dosa dan bangkit bersama Kristus. Read more

MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN DENGAN HIDUP DALAM TERANG-NYA

Referensi Kotbah 01 Desember 2019

Yesaya 2 : 1 – 5
Tanpa terasa hari ini kita telah memasuki bulan terakhir di tahun 2019, dan merupakan minggu advent yang pertama. Kata Advent berasal dari bahasa Latin yaitu Adventus yang berarti kedatangan. Kata ini dulu dipakai dalam kekaisaran Romawi untuk menyambut kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa, yang kemudian dipakai oleh pengikut-pengikut Kristus untuk menyatakan Kristus adalah Raja dan Tuhan. Dalam kalender Gerejawi minggu Advent terdiri dari 4 minggu. Di tahun 2019 ini jatuh di tanggal 1, 8, 15, dan 22 Desember. Minggu-minggu Advent mengingatkan kita bahwa hidup umat Kristiani berada di antara Advent 1 dan 2. Advent 1 yang sudah berlalu dan Advent 2 yang akan datang. Di satu pihak Yesus sudah datang, tetapi di lain pihak Ia juga belum datang. Kita masih menantikan kedatanganNya kembali. Jadi masa Advent adalah masa persiapan sebelum Natal yaitu: masa persiapan untuk menghayati makna kedatangan Kristus yang pertama, yang dengan itu, mengingatkan kita tentang masa penantian yang lain, yang setiap saat kita hidupi, yakni penantian akan kedatanganNya pada akhir zaman. Read more

KEKUASAAN KRISTUS MENGATASI SEGALA KUASA

Referensi Kotbah  24 November 2019

Kolose 1 : 15 – 23
Minggu ini adalah akhir dari siklus Kalender Gereja. Kalender Gereja dimulai dengan Masa Adven (penantian kedatangan Kristus) dan diakhiri dengan Minggu Kristus Raja, sebagai puncak dari perayaan gereja atas seluruh janji Allah dan pengharapan umat TUHAN. Dengan mengikuti pembagian dalam kalender Gereja, diharapkan umat TUHAN dapat dibantu menghayati perjalanan iman mereka dari awal sampai puncak kemenangan, di saat Kristus datang sebagai Raja yang mengatasi segala sesuatunya. Allah memulihkan seluruh tatanan alam semesta sebagaimana yang diinginkan-Nya, direncanakan-Nya dari semula. Manusia hidup selamanya menikmati Allah, Sang Raja (yang tak-terbatas) selama-lamanya. Read more

1 2 3 36