Category Archives: Referensi Kotbah

PERSIAPKANLAH JALAN BAGI TUHAN

Referensi Kotbah 09 Desember 2018

Lukas 3 : 1 – 20

Yohanes Pembaptis adalah anak dari imam Zakharia dan Elisabet (1:5), mulai memberitakan Injil Kerajaan Allah pada tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, waktu itu Pontius Pilatus menjabat wali negeri Yudea (ayt 1). Ia memberitakan firman Tuhan ke seluruh daerah Yordan dengan berseru: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu (ayt 3);… dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan (ayt 6)” (bnd. Yes. 40:3-5, Yohanes sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelum Masehi sebagai orang yang berseru-seru di padang gurun). Di mata Yohanes, orang Farisi dan orang Saduki adalah sebagai keturunan ular beludak! yang tidak menghasilkan buah-buah pertobatan yang akan ditebang dan dibuang ke dalam api, walaupun mereka berpikir sebagai keturunan Abraham (ayt 7-9 bnd. Mat. 3:7). Read more

JANJI KESELAMATAN MELALUI TUNAS DAUD

 

Referensi Kotbah 02 Desember 2018

Yeremia 33 : 14 – 26

Nubuatan tentang janji keselamatan melalui tunas Daud, dalam Yeremia 33:14-26, berkait erat dengan janji pemulihan atas Israel dan Yehuda (Yeremia 3:6-13). Yeremia adalah seorang nabi yang melayani pada masa pemerintahan raja Yosia tahun 626 sM sampai pada masa kejatuhan Yerusalem tahun 587 sM. (Yeremia 1:1-3; 2 Raja-raja 22-25). Yeremia melayani dimasa Kerajaan Yehuda dipimpin oleh raja-raja yang menolak teguran dan nasihat Tuhan melalui Yeremia. Perbuatan dosa berlanjut bukan hanya pemimpin bangsa tetapi umat Tuhan pun meninggalkan Tuhan dan hidup dalam dosa. Read more

KRISTUS RAJA DI ATAS SEGALA RAJA

Referensi Kotbah 25 November 2018

Wahyu 1 : 4 – 8

Saat Yohanes menulis kitab Wahyu, sesungguhnya sedang terjadi gelombang penganiayaan atas orang-orang Kristen di Asia (Turki). Hal yang sama juga dialami Yohanes saat ia menjalani pembuangan di pulau Patmos. Semua ini menunjukkan tekad dari pemerintahan Domitian yang ingin mengikis habis orang-orang percaya
Maka dalam situasi pergumulan karena penganiayaan yang terus-menerus, Yohanes menyampaikan firman Tuhan ini kepada ke tujuh jemaat – yang mewakili gereja secara keseluruhan, dengan maksud agar semua orang percaya : Read more

“HATI-HATILAH TERHADAP KESALEHAN PALSU”

Referensi kotbah 04 November 2018
Markus 12 : 38 – 44

Zaman sekarang hampir semua segi kehidupan sudah dipalsukan: baju, sepatu, aksesoris, smartphone, ijazah, obat, telur; bahkan belakangan ini berita palsu marak menjadi alat politik dan kekuasaan. Jadi hidup sekarang harus berhati-hati dengan segala bentuk kepalsuan.
Lebih tragis lagi, ketika kepalsuan kita temukan di dalam tindakan, sikap, dan kegiatan keagamaan. Apa yang perlu kita lakukan dan ubah? Seharusnya di dalam kegiatan agama kita mempertahankan kebenaran, bukan kerohanian palsu, menceritakan kasih Tuhan dan menunjukkan kasih kepada sesama dengan baik dan tulus. Read more

“Instruksi dan Implementasi”

Referensi Kotbah 04 November 2018

Ulangan 6 : 1 – 9

Ada asumsi yang berpendapat bahwa semakin seseorang memiliki pengetahuan yang banyak, semakin dirinya bernilai dan berhikmat. Hal ini terlihat dari sistem pendidikan kita yang cenderung menekankan transfer informasi. Si anak disebut pintar apabila ia dapat menghafalkan dan melafalkan sejumlah besar informasi. Read more

NYANYIAN SYUKUR PARA PEMENANG

Referensi Kotbah 28 Oktober 2018

Wahyu 15 : 1 – 4

Inti Kitab Wahyu adalah KRISTUS YANG MENANG sebagai pusat pengharapan jemaat yang membawa terang fajar bagi umat manusia. Hal ini sejalan dengan tema puncak bulan ibadah dan pujian Gereja Kristus: NYANYIAN SYUKUR PARA PEMENANG. Tepat sekali kita membicarakan Wahyu 15: 1-4, LAI memberi tema: NYANYIAN MEREKA YANG MENANG. Sangat menarik di dalam ayat 3 dikatakan: “Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, …”. Mengapa disebut demikian? Karena nyanyian Musa di dalam Kitab Keluaran pasal 15 yang mendasari nyanyian dalam Wahyu 15: 3-4 ini. Read more

“DOA DAN PUJIAN DITENGAH KESUKARAN”

 

Referensi Kotbah 21 Oktober 2018

Kisah Para Rasul 16 : 25 – 26

Kita patut selalu bersyukur kepadaTuhan, apapun yang terjadi dalam hidup ini. Saat ini, jikalau kita bisa berdoa dan memuji Tuhan dengan penuh khidmat, bersama keluarga dan saudara seiman di Gereja Kristus Ketapang dan pos-pos GKK, bahkan bersama seluruh orang percaya di muka bumi, itu semua hanya karena kasih dan anugerah Tuhan Yesus Kristus kepada kita umat-Nya. Read more

1 2 3 31