BUDAYA RITUAL AGAMA VS PEMBARUAN ROHANI

Referensi Kotbah 11 Agustus 2019

Yesaya 1 : 10 – 20

Banyaknya aktivitas rohani ternyata tidak menjamin bahwa seseorang pasti akan rohani. Hal inilah yang nampak di dalam bacaan kita pada hari ini, Tuhan menegur dengan keras umat-Nya Israel melalui nabi Yesaya. Umat Israel di tegur oleh Tuhan dikarenakan mereka beribadah kepada Tuhan dan memper-sembahkan korban kepada Tuhan akan tetapi kehidupan mereka menyimpang dari pada kebenaran firman Tuhan. Aktivitas kerohanian mereka hanyalah bersifat ritual semata tanpa memiliki dampak apa-apa di dalam kehidupan keseharian mereka. Sehingga dalam bagian ini dengan keras Allah menegur akan aktivitas ritual agama yang mereka lakukan.
Beberapa uangkapan kalimat dari Tuhan yang menyatakan penolakan bahkan teguran terhadap ritual agama yang mereka lakukan adalah sebagai berikut:
 ..untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak? Firman Tuhan: aku sudah jemu akan korban-korban … ( 11 )
 Bahwa kamu menginjak-injak pelataran bait suci-Ku ( 12 )
 jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku.( 13 )
 Karena perayaanmu itu penuh kejahatan (13 )
 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya ( 14 )

 Aku akan memalingkan muka-Ku…Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah ( 15 )
Dari ungkapan-ungkapan ini sungguh memperlihatkan betapa Tuhan sangat mengetahui isi hati dan setiap perbuatan dari setiap mereka yang datang beribadah dan yang datang mempersembahkan korban kepada Tuhan. Tuhan tidak menginginkan persembahan mereka bahkan dikatakan Tuhan jijik dan benci karena hidup mereka tidak benar dihadapan Tuhan yaitu mereka berbuat jahat dan menindas orang miskin.
Sehingga Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk memperbaharui hidup mereka. ”Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat”, dari ayat 16 ini kita melihat bahwa yang Tuhan inginkan dari setiap umat-Nya adalah hidup yang benar, hidup yang memuliakan namaNya dan bukan korban persembahan. Pembaruan rohani (pertobatan) lebih penting dari pada ritual agama semata. Sehingga ayat 18 firman Tuhan mengajak umat untuk mengakui dosa mereka dihadapan Tuhan dan mengajak umat untuk mendengarkan dan taat kepada firman Tuhan (19) dan di akhiri dengan peringatan jika mereka memberontak maka mereka akan dimakan oleh pedang (20).
Dari Yesaya 1:10-20 ini kita belajar bahwa ibadah yang sejati dan yang benar dihadapan Tuhan bukanlah ritual agama atau aktivitasnya tapi yang jauh lebih penting adalah hidup kita yang benar dihadapan Tuhan.
Roma 12:1 “karena itu saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersebahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Jadi ibadah bukanlah hanya aktivitasnya atau kegiatannya saja tapi ibadah juga adalah keseharian kehidupan kita.
Pertanyaannya sudahkah kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup dihadapan Tuhan? Mari kita mengoreksi akan hati dan diri kita, jangan sampai kita aktif terlibat di dalam kegiatan rohani di dalam gereja, kita banyak melayani Tuhan tetapi ternyata kondisi kehidupan, karakter dan tingkah laku kita jauh dari pada kehendak Tuhan.
Kiranya Tuhan Yesus menolong setiap kita untuk hidup kudus dihadapanNya. Tuhan Yesus memberkati.

~ Ibu Susi Sihasolo ~