ANUGERAH TUHAN YANG TAK DAPAT DITOLAK

 

Referensi Kotbah 05 Mei 2019

Kisah Para Rasul 9 : 1 – 22

Anugerah adalah pemberian kepada orang yang tidak layak untuk menerima pemberian itu. Kita adalah manusia yang telah berdosa kepada Allah, oleh sebab itu kita patut menerima hukuman, yaitu kematian kekal di dalam api neraka. Dalam keadaan yang mengerikan inilah, ketika kita masih berdosa dan tidak mau bertobat, Allah mengasihi kita dengan mengutus Yesus, Putra Tunggal-Nya, untuk mati bagi kita dan mengaruniakan Roh Kudus yang membuat kita menerima pengurbanan Kristus untuk kita. Pada waktu seseorang yang tidak layak menerima keselamatan tetapi mau percaya dan menerima Yesus, ini adalah pekerjaan Roh Kudus, sehingga ia mendapat keselamatan. Inilah yang disebut dengan anugerah.
Anugerah Allah adalah anugerah yang tak dapat ditolak. Yang dimaksud dengan “tak dapat ditolak” ialah bila Allah telah memilih orang untuk diselamatkan, Ia memberikan Roh Kudus untuk mengubah orang itu dari dibenci menjadi dikasihi, maka tak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya. Allah tidak dapat ditolak oleh siapa pun dan rencana Allah tidak akan pernah gagal. Hal ini dialami oleh Rasul Paulus dalam kesaksiannya. Ia adalah orang yang sangat pandai dalam memahami agama Yahudi di bawah didikan Gamaliel dan menjalankan aturan-aturan agamanya dengan sangat ketat. Ia sangat membenci Kristus sehingga ia selalu berusaha mengejar, menangkap, dan memenjarakan para pengikut Kristus yang dianggapnya tidak mengikuti ajaran Yahudi.

Tetapi dalam perjalanannya ke Damsyik untuk melaksanakan misinya yang penuh kebencian kepada Kristus dan pengikut-pengikut-Nya itu Allah datang kepadanya dengan cara yang tak dapat ditolaknya. Saulus tak dapat berbuat lain kecuali percaya kepada Kristus. Bahkan Ananias pun, ketika Firman Tuhan datang kepadanya dalam penglihatan dan menyuruh Ananias untuk menemui Saulus, juga tidak dapat menolaknya. Ini semua karena pekerjaan Roh Kudus yang Allah berikan kepada Saulus maupun Ananias. Paulus yang tadinya pembenci Kristus dan pengikut-pengikut Kristus tetapi setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan menerima anugerah-Nya yang tidak dapat ditolaknya maka Paulus berubah menjadi orang yang memberitakan nama Kristus bahkan banyak menanggung penderitaan karena nama Kristus.
Kita bersyukur: bila tidak ada anugerah yang tak dapat ditolak ini kita semua masih tetap mati di dalam dosa-dosa kita, kita tidak dilahirkan kembali dan tidak diselamatkan. Kecenderungan manusia berdosa adalah menolak Allah. Di 1 Korintus 12:3, Paulus mengatakan “… tidak ada seorangpun yang dapat mengaku ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.” Kita dapat mengakui Yesus sebagai Tuhan semata-mata adalah pekerjaan Roh Kudus.
Di dalam bulan misi ini kita diingatkan, kita yang sudah mendapatkan anugerah keselamatan dari Tuhan, kita juga dipanggil untuk memberitakan Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat dunia. Kita berdoa memohon supaya Tuhan mengirimkan Roh Kudus untuk menggerakkan orang-orang yang mendengar Injil itu agar membuka hati dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Sekarang ini banyak orang yang sedang berada dalam kegalauan, kecemasan, kehilangan pegangan hidup, kekuatiran, hidup tanpa kedamaian dan mereka sedang menuju kepada kebinasaan. Oleh sebab itu mari kita memberitakan Kristus yang dapat mengubah hidup mereka untuk mengalami kedamaian ketika mereka mengalami perjumpaan dengan Kristus.

~ Pdt. Puspa Noviana ~