ANUGERAH KESELAMATAN ALLAH BERLAKU UNTUK SEMUA ORANG

Referensi Kotbah 19 Mei 2019

Kisah Para Rasul 11 : 1 – 18

Peristiwa yang terjadi di dalam Kisah Para Rasul pasal 11, adalah peristiwa yang berkaitan dengan pelayanan Petrus kepada Kornelius, seorang perwira Romawi yang bertugas di Kaisarea, ia bukan orang Yahudi. Alkitab menuliskan beberapa hal penting tentang Kornelius. Ia seorang yang saleh. Seisi rumahnya takut akan Allah. Selanjutnya dicatat bahwa ia memberi banyak sedekah kepada orang Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah, ia juga terkenal baik dan tulus hati, Kisah10:1-2,22. Dalam lingkungan masyarakat Yahudi, ada larangan keras bergaul dengan orang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka, Kisah 10:28. Tetapi Allah mempedulikan Kornelius dengan mengutus malaikatnya supaya Kornelius bertemu dengan Petrus, Kisah 10:4-6. Untuk menegaskan pentingnya pemberitaan Injil kepada orang bukan Yahudi, Tuhan memberikan penglihatan yang sama sebanyak tiga kali kepada Petrus, yaitu kain lebar bergantung pada empat sudut yang isinya ada berbagai binatang dan suara yang meminta supaya Petrus menyembelinya. Namun atas penglihatan ini, Petrus menolak karena itu haram. Kemudian Tuhan menegaskan apa yang dinyatakan halal oleh Allah tidak boleh dinyatakan haram oleh Petrus. Ketika Petrus sedang memikirkan penglihatan itu, datanglah utusan Kornelius menjumpainya. Penglihatan dan perjumpaan dengan Kornelius memberikan pengertian kepada Petrus bahwa Anugerah keselamatan dari Allah berlaku untuk semua orang, Kisah 10:34-35. Pengulangan dua kali secara rinci peristiwa perjumpaan Petrus dengan Kornelius dalam kitab Kisah Para Rasul, menunjukkan;
betapa pentingnya berita anugerah keselamatan Allah bagi semua orang!

1. Mengapa? Karena ada sikap orang Kristen yang menjadikan anugerah keselamatan hanya untuk lingkungan sendiri. (ayat 1-3)
Ayat 1-3, menyatakan dengan jelas bagaimana sikap orang kristen mula-mula. Walau mereka telah percaya kepada Kristus, namun adat-istiadat, budaya dan lain sebagainya masih mengikat mereka. Ikatan yang menjadi hambatan bagi mereka untuk memberitakan anugerah keselamatan kepada orang lain. Perhatikanlah alasan ketika mereka berselisih pendapat dengan Petrus. Sikap ini telah mengakibatkan Amanat Agung Tuhan Yesus sejak kenaikan ke surga tidak dijalankan. Berita keselamatan seakan-akan hanya untuk kalangan sendiri. Bagaimana dengan kita?
2. Anugerah keselamatan adalah kebenaran yang diperlukan orang lain (ayat 4-14)
Perhatikanlah kesaksian dari Kisah Para Rasul tentang Kornelius. Ia seorang yang saleh. Seisi rumahnya takut akan Allah. Ia memberi banyak sedekah kepada orang Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Ia juga terkenal baik dan tulus hati, Kisah10:1-2,22. Namun, malaikat Tuhan menyampaikan kepada Kornelius supaya ia menyambut berita Injil yang akan disampaikan oleh Petrus, sebab berita itulah yang mendatangkan keselamatan bagi Kornelius dan keluarganya.
3. Anugerah keselamatan adalah berita yang diperintahkan Tuhan kepada gereja untuk disampaikan kepada bangsa-bangsa/orang lain (ayat 15-18)
Semua rangkaian kesaksian Petrus dalam ayat 4-14, menegaskan tentang perintah Tuhan kepada gereja. Gereja harus menyaksikan kabar keselamatan kepada orang lain. Perintah Tuhan Allah ini diperjelas dengan kesaksian bahwa orang yang bukan Yahudi juga menerima karunia yang sama dari Roh Kudus. Petrus menyatakan: “Jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?” Pernyataan yang menjadikan orang kristen mula-mula menyadari panggilan dan perintah Tuhan, sehingga muncullah kalimat: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup! Pertanyaan penting ialah, bagaimana dengan kita?

~ Pdt. Dennie Olden Frans ~