Man of Honor

Referensi Kotbah 17 September 2017

Tema ini didasarkan antara lain oleh ayat-ayat Firman Tuhan dalam Ulangan 6 : 4 – 9, Yosua 24 : 15 dan Efesus 5 : 25.
Dari ayat-ayat Firman Tuhan itu kita melihat bahwa kehormatan seorang pria / suami / ayah atau dengan kata lain; layak dihomatinya, seorang pria / suami / ayah, sehingga patut diteladani, terutama apabila dia melaksanakan Firman Tuhan itu; bukan karena keberhasilannya dalam karier ataupun memupuk harta sebanyak-banyaknya. Read more

Women of Excelence

Referensi Kotbah 10 September 2017
Ruth 1 – 4; Kejadian 2 : 18; Efesus 5 : 22 – 24

Setiap wanita pasti ingin terlihat sempurna, apalagi ketika di depan orang-orang yang dikasihinya (suami, anak, mertua, teman, dll.). Meskipun kita semua tahu tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini tetapi kenyataannya kita pernah mendengar kalimat, “Dia wanita yang sempurna.” Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda apa itu “sempurna”, tetapi umumnya wanita dikatakan sempurna jika ia cantik, pintar, kaya, berkeluarga jika sudah cukup umur, memiliki anak jika sudah menikah, dll. Kenyataannya, banyak wanita yang walaupun tidak memenuhi kriteria itu tetapi kehadiran mereka menginspirasi, memberi dampak/sumbangsih bagi orang-orang di sekitar mereka dan memuliakan Tuhan. Apakah mereka bukan wanita sempurna? Read more

Haruskah Menikah

Referensi Kotbah 03 September 2017
Kejadian 1 : 27 – 28; 2 : 18; Matius 19 : 11 – 12; 1 Korintus 7

Pernikahan adalah topik yang sangat menarik bagi banyak orang, tanpa memandang suku, gender, status sosial serta latar belakang pendidikannya. Salah satu buktinya, cobalah ketik kata “pernikahan” di mesin pencari, maka akan muncul 6.110.000 web atau pages. Atau coba ketik kata “marriage” maka muncullah 746.000.000 web yang membahas topik tersebut. Angka yang sangat luar biasa bukan!
Tetapi meskipun begitu menarik, apakah setiap orang harus menikah? Karena faktanya, banyak pernikahan terjadi karena alasan-alasan yang tidak tepat, misalnya : karena tekanan sosial dari keluarga atau masyarakat, faktor usia atau merasa galau dengan status sebagai “jomblo forever.” Sementara banyak pula yang memilih tidak menikah dengan mendasarkannya pada alasan-alasan yang mereka anggap cukup dapat dipertanggungjawabkan. Read more

Tuhanlah Sukacitaku

Referensi Kotbah 27 Agustus 2017
Mazmur 16

Jika orang bertanya: “Bagaimana kita dapat tetap bersukacita, sebagaimana yang dikatakan Firman Tuhan?” (1Tes.5:16). Mungkin akan ada berbagai jawaban terhadap pertanyaan tersebut, sesuai dengan pemahaman dan pertumbuhan rohani seseorang. Seseorang dapat saja menjawab, bahwa ia akan berusaha untuk bersukacita bagaimanapun situasi hidupnya: ketika semua tidak berjalan lancar, ketika segala sesuatu tidak bersahabat dengannya, ia akan berusaha untuk bersukacita. Seorang yang lain akan menjawab, bahwa sejujurnya tidak mungkin untuk selalu bersukacita. Hidup manusia itu beraneka ragam masalahnya, dan Tuhan juga tidak akan menghambat (sedemikian) kita tidak bisa lagi mengalami berbagai emosi manusia lainnya, seperti senang, sedih, kesal, galau, kuatir, takut, dan lain sebagainya. Jadi, tidak mungkin kita bisa ‘selalu’ bersukacita. Benarkah kedua sikap diatas itu? Read more

Tanggung Jawab Gereja Terhadap Kejahatan Manusia

Referensi Kotbah 13 Agustus 2017
Kejadian 6 : 1 – 8

Dosa adalah pelanggaran yang manusia lakukan terhadap perintah Allah dan jelas sekali Alkitab mengatakan bahwa upah dosa adalah maut, artinya dosa yang dilakukan akan selalu membawa suatu konsekuensi bagi hidup manusia. Hal itu bisa kita lihat kembali dalam kisah penciptaan bagaimana konsekuensi dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa menyebabkan mereka hidup terpisah dari Allah (Kejadian 3). Read more

Tugas dan Tanggung Jawab Gereja Terhadap Kemiskinan

 

Referensi Kotbah 06 Agustus 2017
Matius 25 : 31 – 45; Yohanes 12 : 8

Tuhan Yesus berkata, “… orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu” (Yohanes 12:8), maka kita perlu merenungkan bersama apa tugas dan tanggung jawab kita, sebagai gereja, terhadap kemiskinan. Harian Kompas 26 Juli 2017 menurunkan berita, “Hak Dasar 11 juta Anak Terampas”. Jika ada 11 juta anak yang miskin, berapa lagi jika dihitung termasuk orang dewasa? Lantas, bagaimana respon kita?
Hukum Tuhan yang terutama adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. “Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Read more

Mata Air Kehidupan

Referensi Kotbah 9 Juli 2017

Yohanes 4 : 5 – 42 (Nas ayat 14); 7 : 37 – 39

“Tetapi barangsiapa minum air yang akan Ku-berikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Ku-berikan kepadanya, akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” …. ayat 14

Ketika Tuhan Yesus bersama murid-muridnya hendak meninggalkan daerah Yudea menuju Galilea, mereka harus melintasi daerah Samaria (Yohanes 4 : 3 – 4). Setelah sampai di daerah Sikhar, Yesus merasa sangat letih oleh perjalanan, maka Ia duduk di pinggir sumur yang dinamai sumur Yakub, sementara para murid-Nya pergi membeli makanan. Read more

1 2 3 28