Sesudah Kegelapan, Terang !

Referensi Kotbah 04 Desember 2016
Yesaya 8 : 23 – 9 : 6

Dalam masa pelayanan Nabi Yesaya, Kerajaan Israel telah terpecah dua, kerajaan yang juga bernama Israel di utara dan Kerajaan Yehuda di selatan. Di sisi utara Kerajaan Israel ada Kerajaan Aram dan di sebelah utaranya lagi ada Kerajaan Asyur. Asyur pada masa itu sedang melakukan ekspansi dan banyak wilayah telah ditaklukkan. Aram yang merasa terancam telah bersekutu dengan Israel untuk menghadapi Asyur. Supaya pakta militer itu lebih kuat, mereka mengajak Yehuda bergabung, namun Yehuda menolak. Untuk memaksa Yehuda, mereka menyerang Yerusalem. Dalam keadaan kritis ini Raja Ahas dan penduduk Yerusalem sangat ketakutan, sampai-sampai ditulis dalam Yesaya 7:2 mereka ”gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.” Read more

Menghayati Pendamaian Dalam Kristus

Referensi Kotbah 20 November 2016
2 Korintus 5 : 11 – 21

Perenungan Minggu ini ditempatkan dalam konteks pembelaan Paulus terhadap kerasulannya yang diragukan oleh sebagian orang di Korintus. Menghadapi mereka, Paulus tidak hanya menyatakan pembelaannya secara verbal, tetapi ia juga mendemonstrasikan penghayatannya atas pendamaian dalam Kristus. Jadi dari nas hari ini, selain alur pikir/argumentasi Paulus, kita dapat menyaksikan juga sikap hidupnya sebagai seorang yang telah didamaikan dengan Allah oleh Kristus dan sebagai seorang utusan Allah yang melaluinya, orang lain didamaikan dengan Allah melalui Kristus.

Bagi Paulus – sebagai seorang murid Kristus dan utusan Allah – menghayati pendamaian dalam Kristus adalah mempraktekkan hal-hal di bawah ini: Read more

Kasih Yang Nyata Dalam Kehidupan

 

Referensi Kotbah 06 November 2016
Roma 12 : 9 – 21

Dalam kehidupan kita, interaksi dengan orang lain tidak dapat dihindari. Memang demikianlah salah satu desain Tuhan bagi manusia, makhluk sosial. Berinteraksi dengan orang lain terkadang menjadi kesulitan tersendiri bagi sebagian orang. Dalam interaksi tersebut kita acapkali menghadapi hal yang tidak mudah, seperti menghadapi orang yang berbeda pemikiran dan kebiasaan, berusaha menyesuaikan diri dalam hal tertentu, bahkan tidak jarang juga harus menguasai perasaan-perasaan yang ditimbulkan akibat luka hati yang terjadi di masa lalu. Namun sekalipun demikian,kita tidak dapat menghindar dari kenyataan bahwa kita dirancangkan untuk berinteraksi dengan sesama kita. Mengapa? Alasannya bukan saja sekedar kita perlu dibantu dengan kehadiran orang lain, namun sesungguhnya ada sebuah kualitas ilahi yang diijinkan Allah ada dalam diri kita (karena itu disebut gambar rupa Allah)yang memerlukan sebuah interaksi dengan pribadi lain. Kualitas ilahi yang mana? Kasih. Jelas sekali, tanpa kehadiran orang lain dalam hidup kita, kita tidak mungkin memahami sebuah kasih secara utuh. Tanpa interaksi dengan orang lain, kasih hanyalah sebuah perasaan egois dan subjektif. Read more

Bertumbuh Melalui Nyanyian Rohani

Referensi Kotbah 30 Oktober 2016
Efesus 5 : 18 – 19

Nyanyian ternyata merupakan suatu alat yang dipakai TUHAN untuk mengajar umat-Nya. Dalam arah mengajar mereka, TUHAN mengajarkan suatu nyanyian kepada Musa (Ulangan 30). Tuhan sengaja memakai nyanyian untuk menyampaikan pesan-pesan penting bagi Umat-Nya. Dalam hal kehidupan bangsa Israel, menjelang mereka memasuki tanah Perjanjian, TUHAN telah terlebih dahulu mengetahui segala sesuatu berkaitan dengan sikap dan perbuatan bangsa Israel nantinya ketika mereka sudah menduduki tanah Perjanjian. Sikap mereka terhadap TUHAN akan berubah dan pola hidup mereka lebih kepada mencari keuntungan diri sendiri. Mereka akan melupakan TUHAN.
Dalam Kitab Mazmur juga kita menemukan hal yang serupa dengan itu. Ada berbagai nyanyian pengajaran yang dapat kita temukan di dalamnya. Melalui nyanyian-nyanyian tersebut umat TUHAN dapat belajar tentang hidup dan relasi mereka dengan TUHAN dan kebenaran TUHAN. Read more

Memuji Tuhan Di Dalam Lembah Kekelaman

Referensi Kotbah 23 Oktober 2016
Habakuk 3

Memperhatikan beberapa bagian firman Tuhan dalam kitab Habakuk 1 : 6 – 11, tentang bangkitnya orang Kasdim dan kesaksian Habakuk pasal dua tentang kehidupan umat Tuhan yang penuh dengan ketidakadilan dan kekerasan, penindasan serta penyembahan berhala, maka dapat disimpulkan nabi Habakuk melayani sekitar tahun 626 – 587 SM. Sebab pada masa itu terjadi kebangkitan bangsa Kasdim yang akan menghancurkan Yehuda serta terpuruknya kehidupan rohani, sosial, ekonomi umat Tuhan di Yehuda. (band. Denis Green, Pembimbing pada Pengenalan Perjanjian Lama, Malang: gandum Mas, 1984. 203-204). Di tengah-tengah situasi dan kondisi yang sangat berat inilah nabi Habakuk melayani Tuhan.

Tetapi, ada teladan penting bagi kita sebagai umat TUHAN. Sebagaimana Habakuk, Ia tetap menaikkan doa serta pujian kepada TUHAN yang ditulis dalam bentuk syair nyanyian. Ada beberapa hal penting yang dapat menjadi pelajaran bagi gereja TUHAN. Read more

Tujuh Puluh Kali Tujuh

Referensi Kotbah 18 Sepetember 2016

Mengampuni bukanlah hal yang mudah (kalau tidak mau dikatakan tersulit) dilakukan oleh manusia, bahkan oleh anak Tuhan. Yesus berkata dalam ayat 15, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” Perkataan Yesus inilah yang mendasari pertanyaan Petrus dalam ayat 21, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Pertanyaan Petrus ini sangat wajar karena menurut ajaran para rabi saat itu orang hanya perlu mengampuni maksimal tiga kali; untuk kesalahan yang keempat tidak ada lagi pengampunan yang bisa diberikan. Read more

Keluarga Yang Setia pada Firman Tuhan

Referensi Kotbah 11 September 2016
Galatia 1:6-10

Dalam sejarah, banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan yang paling sering dihadapi oleh gereja Tuhan ialah banyaknya ajaran yang muncul yang tidak berdasarkan ajaran dan kebenaran firman Tuhan. Karena itu penting kita mencermati bagaimana kita bisa tetap setia dan teguh berpegang pada apa yang diajarkan firman Tuhan atau sebaliknya tergoda dan dipengaruhi oleh ajaran-ajaran itu. Tantangan ini juga terjadi dalam kehidupan jemaat di Galatia. Read more

1 2 3 25