Tujuh Puluh Kali Tujuh

Referensi Kotbah 18 Sepetember 2016

Mengampuni bukanlah hal yang mudah (kalau tidak mau dikatakan tersulit) dilakukan oleh manusia, bahkan oleh anak Tuhan. Yesus berkata dalam ayat 15, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” Perkataan Yesus inilah yang mendasari pertanyaan Petrus dalam ayat 21, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Pertanyaan Petrus ini sangat wajar karena menurut ajaran para rabi saat itu orang hanya perlu mengampuni maksimal tiga kali; untuk kesalahan yang keempat tidak ada lagi pengampunan yang bisa diberikan. Read more

Keluarga Yang Setia pada Firman Tuhan

Referensi Kotbah 11 September 2016
Galatia 1:6-10

Dalam sejarah, banyak bukti menunjukkan bahwa tantangan yang paling sering dihadapi oleh gereja Tuhan ialah banyaknya ajaran yang muncul yang tidak berdasarkan ajaran dan kebenaran firman Tuhan. Karena itu penting kita mencermati bagaimana kita bisa tetap setia dan teguh berpegang pada apa yang diajarkan firman Tuhan atau sebaliknya tergoda dan dipengaruhi oleh ajaran-ajaran itu. Tantangan ini juga terjadi dalam kehidupan jemaat di Galatia. Read more

Investasi Iman Pada Anak

Referensi Kotbah 4 September 2016
Markus 10:28-31

Kehidupan anak-anak di era digital ini sungguh amat mengkhawatirkan. Anak-anak usia SD sudah bisa mengakses pornografi, banyak anak-anak menjadi korban kekerasan, banyak remaja yang sudah melakukan hubungan seks di luar nikah, banyak terjadi kasus pemerkosaan pada anak-anak, banyak remaja melakukan aborsi, dan lain-lain. Hal ini terjadi pada anak-anak karena beberapa hal, antara lain: terjadinya pergeseran nilai hidup, kurangnya komunikasi dengan orang tua, kurangnya waktu bersama keluarga, beratnya beban kurikulum di sekolah, kecanduan gadget, tidak adanya filter pada apa yang mereka saksikan. Di mana peran orang tua untuk mengatasi hal-hal yang mengkhawatirkan tersebut? Read more

Firman Allah Dapat Mengubah Hati

 

Referensi Kotbah 14 Agustus 2015
2 Raja – raja 22 : 11 – 13

Firman Tuhan yang menjadi dasar khotbah pada hari Minggu ini terjadi pada tahun ke-18 pemerintahan Raja Yosia. Ia mendengar berita dari panitera negara bahwa Imam Besar Hilkia telah menemukan Kitab Taurat di tengah pekerjaan renovasi Bait Suci (2 Raja2 22:3-10). Dari Alkitab kita tahu bahwa Bait Allah telah ditelantarkan dan penyembahan kepada Tuhan ditelantarkan selama 52 tahun: sepanjang 2 tahun pemerintahan ayahnya, Raja Amon, dan 50 tahun pemerintahan kakeknya, Raja Manasye. Read more

Berpegang Pada Otoritas Firman Allah

 

Referensi Kotbah 07 Agustus 2016
2 Timotius 3 : 14 – 17

Membahas tema kita hari ini, mari kita mulai dengan kata otoritas. Apa arti otoritas? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata otoritas antara lain berarti: hak untuk bertindak; kekuasaan; yang berwenang; hak melakukan tindakan. Dan di dalam pengajaran Kristen, otoritas tertinggi adalah Firman Allah. Dimana dalam nas kita hari ini, Paulus menjelaskan Firman Allah dengan menggunakan istilah “Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (ay. 15). Read more

Ketaatan Seorang Hamba

 

Referensi Kotbah 24 Juli 2016
I Raja-raja 17 : 1 -6

Elia adalah nabi Tuhan yang melayani umat Israel pada masa pemerintahan Raja Ahab. Raja Ahab dikenal sebagai raja yang jahat di mata Tuhan lebih daripada semua orang yang mendahuluinya (1Raj 16:30). Ia menyembah Baal dan mendirikan mezbah serta kuil untuk Baal. Hal ini karena pengaruh Izebel, isterinya yang adalah anak raja Sidon. Dengan demikian pelayanan Elia bukanlah pelayanan yang mudah. Read more

GEREJA YANG MENYEMBUHKAN DAN MEMULIHKAN

Referensi Kotbah 26 Juni 2016
Matius 9 : 18 – 38

Pada bagian akhir nats kita hari ini, Tuhan Yesus menyatakan dua hal penting yang harus diketahui dan dilakukan oleh para muridNya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (ay. 37, 38). Yang pertama, fakta tentang sedikitnya penuai yang bekerja. Yang kedua, adalah perintah untuk meminta supaya tuan pemilik tuaian mengirim pekerja-pekerja untuk melakukan penuaian. Mengapa Tuhan Yesus menyatakan hal itu kepada para muridNya, justru menjelang penunjukan 12 orang yang akan dipilihNya, yang akan mengikuti-Nya, yang kemudian akan disebut sebagai rasul-rasulNya? (bd. Ps. 10:5dst). Read more

1 2 3 25