SETIA MENJALANI PANGGILAN

Referensi Kotbah 13 Januari 2019

Lukas 3 : 15 – 22

Yohanes Pembaptis dipilih Tuhan untuk menggenapi apa yang disampaikan oleh nabi Yesaya di dalam Yesaya 40 : 3, Ada suara yang berseru-seru : “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”. Yohanes Pembaptis datang ke seluruh Yordan dan menyerukan supaya orang-orang bertobat dan memberikan diri untuk dibaptis dan Allah akan mengampuni dosa mereka (Luk.3 : 3). Dan mereka yang sudah bertobat harus hidup menghasilkan buah-buah pertobatan . Mereka yang tidak mau bertobat maka akan mendapatkan murka dari Tuhan dan mereka akan dibuang ke dalam api. Read more

Mendoakan Pemimpin

Referensi 06 Januari 2019

Mazmur 72 : 1 -14

Salah satu contoh pemimpin di dalam Alkitab adalah raja Salomo. Kita mengenal hati Salomo ketika TUHAN berkata kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu,” Lalu Salomo menjawab: “…berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1 Raj. 3:5, 9). Salomo sebagai seorang pemimpin (raja tetapi menyebut diri hamba) tidak meminta umur panjang atau kekayaan, atau nyawa musuh, melainkan pengertian untuk memutuskan hukuman. Maka Tuhan memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian kepadanya (1 Raj. 3:11-12). Read more

JIWAKU MEMULIAKAN TUHAN

REferensi Kotbah 23 Desember 2018

Lukas 1 : 46 – 55

Bulan Desember seringkali menjadi bulan yang sangat menyibukkan bagi orang percaya. Gereja-gereja berlomba-lomba menyiapkan yang terbaik untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Pernak pernik Natal dijual dimana mana. Kita mudah menemukan ornament ornament Natal dipajang dimana mana. Itulah bulan Desember.
Bukanlah hal yang salah merayakan Natal tetapi sejauh mana kita sudah memaknai Natal itu yang terpenting daripa da merayakannya dengan besar besaran. Berita Natal yang diterima Maria kurang lebih 2000 tahun yang lalu saat ini sudah bergeser makananya. Ketika berita Natal diterima oleh Maria tidak ada pernak Pernik, tidak ada kemewahan, tidak ada tarian oleh Malaikat. Ketika Maria menerima berita Natal reaksi yang Maria tunjukkan adalah kaget. Yang walaupun pada akhirnya ia sampai kepada keputusan, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan itu” (Luk 1:38). Read more

PERSIAPKANLAH JALAN BAGI TUHAN

Referensi Kotbah 09 Desember 2018

Lukas 3 : 1 – 20

Yohanes Pembaptis adalah anak dari imam Zakharia dan Elisabet (1:5), mulai memberitakan Injil Kerajaan Allah pada tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, waktu itu Pontius Pilatus menjabat wali negeri Yudea (ayt 1). Ia memberitakan firman Tuhan ke seluruh daerah Yordan dengan berseru: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu (ayt 3);… dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan (ayt 6)” (bnd. Yes. 40:3-5, Yohanes sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelum Masehi sebagai orang yang berseru-seru di padang gurun). Di mata Yohanes, orang Farisi dan orang Saduki adalah sebagai keturunan ular beludak! yang tidak menghasilkan buah-buah pertobatan yang akan ditebang dan dibuang ke dalam api, walaupun mereka berpikir sebagai keturunan Abraham (ayt 7-9 bnd. Mat. 3:7). Read more

JANJI KESELAMATAN MELALUI TUNAS DAUD

 

Referensi Kotbah 02 Desember 2018

Yeremia 33 : 14 – 26

Nubuatan tentang janji keselamatan melalui tunas Daud, dalam Yeremia 33:14-26, berkait erat dengan janji pemulihan atas Israel dan Yehuda (Yeremia 3:6-13). Yeremia adalah seorang nabi yang melayani pada masa pemerintahan raja Yosia tahun 626 sM sampai pada masa kejatuhan Yerusalem tahun 587 sM. (Yeremia 1:1-3; 2 Raja-raja 22-25). Yeremia melayani dimasa Kerajaan Yehuda dipimpin oleh raja-raja yang menolak teguran dan nasihat Tuhan melalui Yeremia. Perbuatan dosa berlanjut bukan hanya pemimpin bangsa tetapi umat Tuhan pun meninggalkan Tuhan dan hidup dalam dosa. Read more

KRISTUS RAJA DI ATAS SEGALA RAJA

Referensi Kotbah 25 November 2018

Wahyu 1 : 4 – 8

Saat Yohanes menulis kitab Wahyu, sesungguhnya sedang terjadi gelombang penganiayaan atas orang-orang Kristen di Asia (Turki). Hal yang sama juga dialami Yohanes saat ia menjalani pembuangan di pulau Patmos. Semua ini menunjukkan tekad dari pemerintahan Domitian yang ingin mengikis habis orang-orang percaya
Maka dalam situasi pergumulan karena penganiayaan yang terus-menerus, Yohanes menyampaikan firman Tuhan ini kepada ke tujuh jemaat – yang mewakili gereja secara keseluruhan, dengan maksud agar semua orang percaya : Read more

“HATI-HATILAH TERHADAP KESALEHAN PALSU”

Referensi kotbah 04 November 2018
Markus 12 : 38 – 44

Zaman sekarang hampir semua segi kehidupan sudah dipalsukan: baju, sepatu, aksesoris, smartphone, ijazah, obat, telur; bahkan belakangan ini berita palsu marak menjadi alat politik dan kekuasaan. Jadi hidup sekarang harus berhati-hati dengan segala bentuk kepalsuan.
Lebih tragis lagi, ketika kepalsuan kita temukan di dalam tindakan, sikap, dan kegiatan keagamaan. Apa yang perlu kita lakukan dan ubah? Seharusnya di dalam kegiatan agama kita mempertahankan kebenaran, bukan kerohanian palsu, menceritakan kasih Tuhan dan menunjukkan kasih kepada sesama dengan baik dan tulus. Read more

1 2 3 36