WASPADA TERHADAP KEPALSUAN

Referensi Kotbah 18 Agustus 2019
Yeremia 23 : 23 – 32

Setiap 17 Agustus bangsa Indonesia merayakan Kemerdekaan, tahun ini berusia ke 74 tahun. Tentu kita sangat berbahagia dapat memperingati kemerdekaan yang Tuhan berikan buat Indonesia. Di tahun ini sebagai bangsa sudah menyelesaikan acara yang besar pemilihan pemimpin Presiden dan wakilnya untuk memimpin di periode 2019-2024, kondisi sosial-politik setelah pemilu sudah semakin kondisif menuju perbaikan dan meskipun banyak rongrongan, kesatuan dan persatuan Indonesia, masih berdiri sebagai bangsa. Kita patut bersyukur dan terus berharap negara Indonesia terus menuju kemajuan, para pemimpin memiliki hati yang baik, dan dijauhkan berbagai macam masalah seperti: perpecahan, korupsi, kerusakan alam, bencana alam dan lain-lain. Read more

BUDAYA RITUAL AGAMA VS PEMBARUAN ROHANI

Referensi Kotbah 11 Agustus 2019

Yesaya 1 : 10 – 20

Banyaknya aktivitas rohani ternyata tidak menjamin bahwa seseorang pasti akan rohani. Hal inilah yang nampak di dalam bacaan kita pada hari ini, Tuhan menegur dengan keras umat-Nya Israel melalui nabi Yesaya. Umat Israel di tegur oleh Tuhan dikarenakan mereka beribadah kepada Tuhan dan memper-sembahkan korban kepada Tuhan akan tetapi kehidupan mereka menyimpang dari pada kebenaran firman Tuhan. Aktivitas kerohanian mereka hanyalah bersifat ritual semata tanpa memiliki dampak apa-apa di dalam kehidupan keseharian mereka. Sehingga dalam bagian ini dengan keras Allah menegur akan aktivitas ritual agama yang mereka lakukan. Read more

MENGINJAK BUMI, BERPIKIR SORGAWI

Referensi Kotbah 04 Agustus 2019

Kolose 3 : 1 – 11

Sinode Gereja Kristus (SGK) menetapkan bulan Agustus sebagai bulan budaya berkenaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus. Sebuah ucapan syukur bahwa kita hidup di negara dengan beragam budaya tetapi tetap bersatu dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pada minggu pertama ini, tema yang dipilih adalah: “Menginjak Bumi, Berpikir Sorgawi” dengan maksud mengajak kita membicarakan tentang suatu keseimbangan, karena seringkali orang Kristen bersikap dalam dua (2) ekstrim: “membumi” dan “sorgawi”. Bila memilih ekstrim “membumi” dan kontekstual kadangkala dapat menjadi kompromi. Bila mengambil ekstrim “sorgawi” seringkali menjadi tidak bisa bergaul dengan mereka yang berbeda dengannya (eksklusif/ tidak membumi). Pada titik inilah kemudian timbul masalah teologi dan etika. Lalu bagaimana orang percaya dapat hidup secara seimbang dan proposional? Untuk itu melalui nas hari ini, paling tidak ada tiga (3) hal yang dapat kita pelajari dalam menyikapi hal tersebut: Read more

SYAFAAT DI HADAPAN HAKIM SELURUH BUMI

Referensi Kotbah 28 Juli 2019

Kejadian 18 : 16 – 33

Dalam sebuah persahabatan, seseorang biasanya menceritakan kepada sahabatnya akan hal-hal yang akan dilakukannya. Sahabat yang karib akan terbuka kepada orang yang dianggapnya dekat. Tetapi Allah dengan Abraham? Kita mungkin agak heran dengan perikop yang kita baca, akan sebuah kisah dimana Allah tampak menimbang-nimbang untuk membicarakan kepada seorang manusia atas sebuah rencana-Nya. Bukankah DIa bebas bercerita dan bebas pula menyembunyikan. Belum lagi terjadi tawar-menawar dari seorang Abraham seakan rencana Allah itu masih dapat berubah-ubah. Read more

PERINTAH YANG MEMBAWA KEHIDUPAN

Referensi Kotbah 14 Juli 2019

Ulangan 30:9-20

Penampilan pria Yahudi pada umumnya sangat berbeda dengan pria Yaman muslim yang ada disekitar mereka. Model rambutnya disebut peyot/pe’ot/pe’at dimana rambut di bagian tepi atau sudut kepalanya dibiarkan memanjang sedangkan bagian depannya dicukur. Jika ditanya alasannya, mereka akan langsung menjawab ‘karena Tuhan telah memerintahkannya’, seperti di Imamat 19:27. Sekalipun mereka dianggap aneh dan tidak mengikuti tren kekinian, mereka tetap percaya diri dan tidak terpengaruh sama sekali. Read more

KETAATAN MEYINGKAPKAN KEMULIAAN TUHAN

Referensi Kotbah 07 Juli 2019

2 Raja-Raja 5 : 1 – 14

Arti nama Naaman adalah menyenangkan, tetapi faktanya tidak demikian, karena sekalipun ia seorang panglima perang yang terpandang dan sangat disayang oleh tuannya yaitu raja Aram, tetapi ia sakit kusta. Orang Aram adalah musuh bebuyutan orang Israel. Tentara Aram pernah membunuh raja Israel yang terkenal yaitu raja Ahab (1Raj. 22:34-35). TUHANlah yang memberikan kemenangan orang Aram (1). Bagaimana ceritanya sampai Naaman yang adalah musuh orang Israel disembuhkan Tuhan melalui nabi Elisa dari sakit kustanya (10, 14)? Padahal saat itu di zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel yang tidak disembuhkan, selain Naaman, orang Siria (Luk. 4:27). Read more

MENGALAMI PENYERTAAN ALLH DALAM MASA KRISIS

23 Juni 2019

I Raja-raja 19 : 8 – 18

Dari sudut kesehatan mental, krisis terjadi dalam hidup seseorang ketika ia memandang bahwa masalah yang sedang dihadapinya lebih besar daripada kemampuan mengatasi masalah itu. Akibatnya, ia seperti tenggelam dalam kekuatiran yang besar dan ketakutan. Bisa jadi krisis yang dahsyat bahkan membuat orang berpikir untuk mengakhiri hidupnya.
Elia yang telah bekerja giat sekali untuk TUHAN merasa bahwa tidak satu pun usaha pelayananya membuahkan hasil seperti yang diharapkannya. Read more

1 2 3 39