“DOA DAN PUJIAN DITENGAH KESUKARAN”

 

Referensi Kotbah 21 Oktober 2018

Kisah Para Rasul 16 : 25 – 26

Kita patut selalu bersyukur kepadaTuhan, apapun yang terjadi dalam hidup ini. Saat ini, jikalau kita bisa berdoa dan memuji Tuhan dengan penuh khidmat, bersama keluarga dan saudara seiman di Gereja Kristus Ketapang dan pos-pos GKK, bahkan bersama seluruh orang percaya di muka bumi, itu semua hanya karena kasih dan anugerah Tuhan Yesus Kristus kepada kita umat-Nya. Read more

“MENYEMBAH ALLAH DALAM ROH DAN KEBENARAN”

Referensi Kotbah 07 Oktober 2018

Yohanes 4 : 21 – 24

Seringkali orang beranggapan bahwa kalau mereka telah menerima Kristus dan mengalami kelahiran kembali, bertobat dari kehidupan lama mereka, maka dengan sendirinya mereka menyembah Allah dengan cara yang benar, sesuai dengan kehendak Allah dalam Alkitab. Akan tetapi, hal itu tidaklah selalu benar. Mungkin sekali cara kita menyembah Allah, merupakan cara lama kita sebelum kita mengenal Tuhan. Read more

MEREKATKAN KEMBALI HUBUNGAN ANTAR KELUARGA YANG RETAK

Referensi Kotbah, 23 September 2018
Kolose 3:18-21

Surat Kolose adalah surat yang dikenal sebagai surat penjara. Sebab surat ini ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia berada dalam penjara, Kolose 1:24, 4:10,18. Dari isi surat, nampak jelas beberapa persoalan yang diperhadapkan kepada jemaat Tuhan, antara lain; ajaran-ajaran yang bertentangan dengan iman Kristen. Ajaran-ajaran yang didasarkan pada filsafat yang kosong, Kolose 2:8. Belum lagi praktek-praktek keagamaan yang bertentangan dengan pola ibadah jemaat Tuhan, Kolose 2:16-23. Read more

SIAP MENGHADAPI PENGARUH TEKNOLOGI DALAM KELUARGA

Referensi Kotbah 16 September 2018

Firman Tuhan yang tertulis dalam 2 Timotius 3:1-9 telah nyata terjadi pada zaman ini dalam konteks pengaruh teknologi, yaitu: mencintai diri sendiri, berpusat pada diri, asyik dengan gadget, hubungan sosial dipindahkan ke aplikasi media sosial, banyak berita hoax yang disebarkan, banyak orang menjadi narsis, sombong, pamer, fitnah lewat media sosial, berontak kepada orang tua karena merasa dibatasi, terlalu bergantung kepada gadget, tidak dapat mengekang diri/menguasai diri sehingga kecanduan media sosial, games, pornografi dan lain sebagainya. Menuruti dan memuaskan hawa nafsu sesuai keinginannya, walaupun beribadah tetapi memungkiri kekuatannya. Read more

1, 2, 3 LANGKAH MEMAHAMI GENERASI MILENIAL

Referensi Kotbah 09 September 2018

Generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat dan sering dibicarakan di masyarakat, mulai dari segi teknologi, gaya/pandangan hidup, moral, budaya, dan lain-lain.

Pada jaman now ini ada 5 generasi yaitu :
1) Generasi Baby Boomer, lahir tahun 1946-1964;
2) Generasi X, lahir tahun 1965-1980;
3) Generasi Y, lahir tahun 1981-1994, sering disebut generasi milennial;
4) Generasi Z, lahir 1995-2010 (disebut juga ‘Kids Zaman Now’, iGeneration, generasiNet, Generasi Internet)
5) Generasi Alpha , lahir tahun 2010-2025.  Read more

Keluarga Yang Mengalami Sentuhan Kasih Tuhan

Referensi Kotbah 02 September 2018

Memasuki bulan ini kita bersyukur karena setiap bulan September, Sinode Gereja Kristus menetapkannya sebagai Bulan Keluarga. Mengapa keluarga menjadi sangat penting? Hal itu karena keluarga adalah komunitas pertama tempat seorang manusia lahir, bertumbuh dan berkembang. Apalagi di jaman sekarang kemerosotan nilai-nilai kehidupan pernikahan dalam keluarga menjadi salah satu tantangan gereja yang terbesar. Fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini terdapat ratusan ribu kasus perceraian dalam setahun, berdasarkan data tahun 2016 telah terjadi sekitar 350.000 kasus perceraian dan terus meningkat sebanyak 3% per tahun1. Jumlah tersebut termasuk kasus-kasus perceraian beragama Kristen dan Katolik di dalamnya, dan belum lagi mereka yang cerai diam-diam dan tanpa surat atau tidak tercatat dalam lembaran negara. Read more

Mata Tuhan Tertuju Padamu

Referensi Kotbah 26 Agustus 2018

Mazmur 34 : 12 – 23

Mazmur 34 adalah tulisan Daud pada waktu ia diperhadapkan dengan pergumulan yang sangat berat: ia tengah dalam pelarian akarena dikejar-kejar oleh Raja Saul untuk dibunuh. Secara rohani ini juga menjadi pergumulan yang mendalam. Ia telah diurapi Samuel untuk menjadi raja sesuai dengan penentuan Tuhan, tetapi realitanya ia dikejar-kejar untuk dibunuh. Kesulitan pun bertambah dengan kebutuhan makan dan minum, termasuk tempat untuk menyelamatkan diri (1 Samuel 21-25). Read more

1 2 3 34